PERJALANAN PERTAMAKU MENUJU BAITULLAH-NYA  (Part 3 : Madinah – Mekkah – Jeddah – Jakarta)

Cerita sebelumnya penulis meneceritakan pengalaman selama di Madinah. kali ini penulis lanjut sharing pengalaman penulis selama di Mekkah lanjut ke Jeddah dan sampai pulang ke tanah air. Let’s gooooo!!!

Mengabadikan diri di depan ka'bah

Mengabadikan diri di depan ka’bah

Hari ke-4, Selasa 29 April 2014 

Setelah menempuh perjalanan  sekitar 8 jam dari kota Madinah Al Munawaroh akhirnya kami sampai di kota Mekkah Al Mukaromah. Alhamdulillah … nikmat tiada terkira akhirnya bisa menginjakkan di kota suci Mekkah. Kami langsung menuju penginapan untuk check in, kali ini penginapan kami tidak sedekat saat di kota Madinah . Kami meginap di hotel Barokah Al Mawadah, letak hotel tersebut di ring utama sekitar 400 meter dari Masjidil Harom tepatnya dari pintu utama “pintu King Abdul Aziz”. Alhamdulillah masih tergolong dekat walaupun tidak sedekat hotel grand zam-zam yang memang letakknya persis di depan pelataran Masjidil Harom.

Setelah selesai check-in, memasukkan barang bawaan ke kamar, dan setelah makan malam kami pun langsung menuju Masjidil Harom untuk melanjutkan rangkaian ibadah umroh. Lengkap dengan pakaian ihrom yang kami pakai sejak dari Madinah,  kami melangkah ke Masjidil Harom bersama rombongan dan muthowif (pembimbing). Selangkah demi selangkah akhirnya kami sampai di pelataran Masjidil Harom dan pelan-pelan mendekat ke pintu 1 “pintu King Abdul Aziz”. Air mata benar-benar langsung mengalir dari pelupuk mata, sungguh nikmat yang dinanti-nanti bisa menapakkan kaki di Masjidil Harom-Nya. Alhamdulillah yaa Allah, Engkau pantaskan kami ke Baitullah-Mu.

Indahnya Masjidil Harom di malam hari dari pintu king Abdul Aziz (Gate 1)

Indahnya Masjidil Harom di malam hari dari pintu king Abdul Aziz (Gate 1)

Di Masjidil Harom kami melaksanakan ibadah sholat Maghrib dan Isya Jama’ takhir berjamaah. Setelah selesai doa kami beranjak menuju Ka’bah, dag dig dug jantung terasa makin kenceng seperti orang sedang jatuh cinta. Finally … kami berdiri tepat di depan ka’bah-Nya. Ka’bah yang selama ini pula hanya penulis lihat di  sajadah, di gambar-gambar, di TV dan mebayangkan cerita-cerita orang yang sudah pernah ke tempat tersebut. Bener-bener speechless banget saat di depan ka’bah, butiran air mata terus menetes, dan tak henti-hentinya ucapan syukur dan doa dari penulis.

Continue reading

Advertisements

Ke Baitullah Jadi Lebih Mudah

Ke baitullah untuk berumroh maupun berhaji menjadi impian setiap muslim untuk menjadi tamu-Nya. Dengan biaya yang tidak sedikit maka banyak diantara kita yang belum kesampaian untuk ke tanah suci. Yuk kencangkan niat kita untuk menjadi tamunya, berdoa kepada Allah dan berikutnya action. Action dengan mendatangi travel agen untuk mencari info harga paket umroh dan haji, minta brosur. Nah kami dari PT.Arminareka Perdana punya solusi buat para pembaca semua yang sudah punya niat kencang untuk ke tanah suci baik bagi yang sudah punya dan acukup maupun belum cukup. 3 solusi tersebut adalah :
G
1. BAYAR TUNAI bagi yang sudah punya dana mencukupi sejumlah harga umrph atau haji plus. Yaitu membayar cukup dengan DP        Rp. 3.500.000 dilanjutkan dengan pelunasan.

2. BAYAR SECARA MENCICIL bagi yang punya dana tapi belum mencukupi sejumlah harga untuk umroh. Yaitu membayar DP Rp. 3.500.000 dan sisa pembayarn dilakukan secara mencicil dengan cicilan minimal Rp. 500.000. Sampai kapan waktunya? Terserah kita, jika ingin segera ke tanah suci maka bersegera melunasi cicilan dan begitu juga sebaliknya.

3.MENJALANKAN KEMITRAAN, yaitu dengan membayar DP sesuai dengan paket yang diambil (paket 1 orang, paket 13 orang, paket 22 orang, atau paket 40 orang). selanjutnya kita mendapatkan HAK USAHA sebagai agen marketing / Perwakilan dengan komisi Rp. 1.500.000 untuk setiap jamaah yang mendaftar untuk berumroh dan Rp. 2.500.000 untuk setiap jamaah yang mendaftar untuk haji plus.

3 Solusi untuk Berumroh dan berhaji plus dari Arminareka Perdana

3 Solusi untuk Berumroh dan berhaji plus dari Arminareka Perdana

Hak calon jamaah Umroh dan Haji Plus PT. Arminareka perdana setelah membayar DP (Down Payment)

hak_calon_jamaan_umrah_arminareka_perdana

Hak calon jamaah Umroh dan Haji Plus PT. Arminareka perdana setelah membayar DP (Down Payment)

Hak calon jamaah Umroh dan Haji Plus PT. Arminareka perdana setelah membayar DP (Down Payment)

 

Bagi calon jamah  yang mendaftar di PT.Arminareka untuk berumroh atau berhaji plus saja dalam hal ini tidak menjalankan kemitraan juga bisa. Tidak ada paksaan bagi calon jamaah untuk menjalankan usaha kemitraan.

Yuk guys … ACTION SEKARANG dan Baitullah menjadi semakin dekat di depan mata dengan izin ALLAH. Bismillah …

 

Info lanjut, silahkan hubungi Izza :

Kemitraan Arminareka

HP : 0819 1000 3030

Pin BB : 522F031F

Email : azizahmiratul@gmail.com

 

labbaikallah

 

 

“One step closer to Baitullah … Bismillah. Banyak ajalan menuju Roma begitu pula jalan menuju Baitullah …. lebih banyak lagi”

Perjalanan Pertamaku Menuju Baitullah-NYA (Part 1: Madinah)

Hari ke-2, Minggu 27 April 2014  

Tulisan sebelumnya penulis menceritakan perjalanan dari Jakarta menuju Jeddah. Alhamdulillah penulis dan rombongan sampai di Jeddah dengan selamat, aman, nyaman dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Madinah. Dalam perjalanan menuju Madinah kami sempat berhenti sejenak untuk menikmati sarapan pertama kami di Jeddah.

Jeddah –Madinah ditempuh dalam waktu kurang lebih 7 jam.  Jam tangan penulis menunjukkan pukul 13.00 waktu setempat ….Yeah finally kami sampai di penginapan  yaitu Hotel Andalus Darul Al Khoir yang kami kira letaknya jauh dari Masjid Nabawi dan ternyata Masjid Nabawi terletak hanya kurang lebih 40 meter di sebarang penginaan kami. (Tips 2 : Sesuaikan setting-an jam tangan kita saat akan take-off sehingga saat sampai di tujuan jam kita sudah sesuai).

Di pelataran Masjid Nabawi

Di pelataran Masjid Nabawi

Kota madinah dilihat dari penginapan penulis (Andalus dal Khoir)

Kota Madinah dilihat dari penginapan penulis (Andalus dal Khoir)

Makan siang pertama kami di Madinah dengan menu masakan Indonesia, alhamdulillah yah feel like in Indonesia. Dan petugas yang melayani  kami pun ternyata orang Indonesia tepatnya orang Madura, Jabir namanya. Lanjut kami ke kamar untuk besih-bersih diri dan istirahat. Penulis dapat kamar nomor 902 di lantai 9, sekamar ber-5 karena memang kamar kmi sangat luas yaitu penulis, adek, bu Cita dan Lita hmm ternyata bu Cita dan bu Lita juga kakak beradik so 2 pasang kakak-beradik. Sambil beristirahat kami sambil mengakrabkan diri, bu Cita sebelumnya sudah pernah naik haji, jadi kami belajar banyak nih dengan beliau.

Info dari pembimbing bahwa kami akan ke masjid Nabawi bersama-sama rombongan saat sholat maghrib dan berkumpul di lobby hotel pukul 17.00 , akhirnya kami pun sholat ashar di hotel. Saat itu kami belum tahu bahwa letak Masjid Nabawi sangat dekat dengan hotel kami.  Sesuai jadwal kami akan berada di Madinah selama 3 hari yaitu  tanggal 27 s.d 29 April 2014. (Tips 3 : Cari info seberapa dekat penginapan dengan masjid Nabawi dan catat nomer handhone pembimbing, ketua rombongan, dan beberaa teman yang satu rombongan).

Continue reading

Perjalanan Pertamaku Menuju Baitullah-NYA (Part 1 : Soetta – Jeddah)

Alhamdulillah akhirnya hari yang dinanti-nanti sampai juga, Sabtu 26 April 2014. Yaitu hari dimana penulis dan adek beserta rombongan jamaah umroh akan memulai perjalanan menuju baitullah-Nya untuk berumroh. Senang, bangga, haru, rasa syukur, dan entahlah smua rasa berkecamuk di hati penulis. Penulis menunggu hari itu dengan penuh harap, dan  selalu memohon untuk dipantaskan ke tanah suci-Nya.

Di pelatarn Masjid Nabawi -Madinah Al Munawaroh

Di pelataran Masjid Nabawi -Madinah Al Munawaroh

Penulis selalu teringat dengan kalimat salah satu ustad yang mengisi manasik “biarpun kita sudah melunasi biaya umroh dan haji, jika Allah belum memantaskan kita untuk ke tanah suci-Nya maka Allah akan bisa berbuat apa saja dengan kun fayakun-Nya. Dan kita harus selalu sabar dengan ujiannya, perbanyak istighfar”. Seperti yang dialami penulis, seminggu menjelang keberangkatan penulis adalah hari-hari yang penuh dengan ujian. H-5 keberangkatan ke tanah suci penulis kehilangan ATM, H-3 penulis mengalami kecelakan motor kalo orang jawa bilang ‘ngglusur’ motor pun harus masuk bengkel namun alhamdulillah penulis hanya mengalami lecet-lecet, memar, lebam, tangan  dan kaki sedikit sulit digerakkan, saat hari H ponsel penulis terjatuh di parkiran bandara namun sekitar 1 jam kemudian ponsel tersebut kembali alhamdulillah masih rezeki walaupun tak berulsa lagi.  Ya itulah seklumit ujian yang dialami penulis menjelang keberangkatannya ke tanah suci, penulis hanya bisa bersabar semoga semua itu menjadi penggugur dosa penulis, Allah sedang membersihkan dosa-dosa penulis dan bersyukur kejadian tersebut terjadi di tanah air. Yuk back to the main story. Continue reading

Menghitung Hari Menuju Baitullah-Nya

Tak terasa bulan April tlah tiba, itu artinya saat-saat menuju Baitullah-Nya semakin dekat. Apalagi beberapa waktu yang lalu dapat kabar dari bu Lita pihak Travel yang menginformasikan bahwa keberangkatan kami diajukan yang semula tanggal 30 April 2014 menjadi tanggal 26 April 2014 …. Its sound so great!. Syukur alhamdulilah, smua atas izin-Nya. Kabar baik pula datang dari seorang kawan yang penulis komporin untuk umroh bersama akhirnya ada satu yang positif berangkat bersama satu rombongan dengan travel yang sama pada tanggal yang sama … Alhamdulillah bertubi-tubi nikmat yang Engkau berikan. So nanti penulis merasa lebih nyaman karena ada adek dan seorang kawan yang ke tanah suci bersama .

makkah

H-16 menuju Baitullah-Nya. Penulis merasakan perasaan yang bermacam-macam, mulai dari seneng banget, haru, deg-degan , etc yang jelas so excited. Disisi lain penulis merasa hamba yang penuh dengan lumuran dosa, semoga Allah pantaskan penulis menjadi tamu-Nya.

Untuk ke tanah suci selain persiapan finansial, persiapan fisik dan persiapan psikologis juga diperlukan. Persiapan finansial selain untuk biaya pendaftaran, diperluan untuk biaya vaksin meningitis, biaya pembuatan passpor bagi yang belum mempunyai, biaya pembuatan surat mahram bagi yang perempuan berusia dibawah 40 tahun dan bepergian tanpa didampingi mahramnya, biaya untuk melengkapi perlengkapan berumroh seperti baju ihrom, dll , biaya untuk uang saku selama di tanah suci barangkali kita ingin mencicipi jajanan arab, sedekah, naik angkutan umum, beli oleh-oleh. Sedangkan untuk persiapan fisik dan kesehatan sangat penting untuk dipersiapkan juga karena  saat di tanah suci kita akan melakukan banyak kegiatan yang menempuh jarak tidak sedikit seperti thowaf, sa’i selain itu juga kegaitan city tour dalam waktu yang terbatas dan jadwal padat. Untuk persiapan psikologis seperti kesiapan dan keikhlasan diri untuk melepas pakaian gita dengan gelar-gelar kita karena saat di Baitullah-Nya kita semua sama, keikhlasan meninggalkan keluarga untuk sementara.

Untuk penulis sendiri persiapan yang sudah dilakukan adalah perlengkapan ikhrom alhamdulillah sudah beres, batik seragan dari travel pun sudah diterima dan on process penjahitan (gak terallu penting ya klo ini haha, namanya juga persiapan ya sebutin aja deh yang sudah dilakukan), penulis sudah mulai membuat list barang apa-apa yang akan dibawa ke tanah suci sambil melengkapinya, penulis jug amulai menghafal dan memahmi doa-doa yang akan dibaca selama di tanah suci (kalo ini penulis memanfaatkan buku panduan haji dan umroh milik orangtua karena dari travel sampai saat ini buku panduan belum dibagikan), selain itu penulis sudah mulai mengaktifkan kembali joging minimal 30 menit setiap hari di pagi hari untuk menjaga stamina dan mempersiapkan diri untuk berjalan kaki jauh, berdasarkan info yang penulis peroleh dari mbah google dan kawan-kawan yang sudah pernah ke tanah suci bahwa jarak Shafa –Marwah ± 0,5 Km dan untuk sa’i jarak tersebut tinggal dikali tujuh yaitu 3,5 Km (Sa’i = berjalan/ berlari-lari kecil dari bukit Shafa – Marwah sebanyak tujuh kali), jarak thowaf ± 60 meter dikali 7 putaran menjadi 420 meter  dengan jarak terdekat dari bangunan ka’bah (Jarak ini penulis hitung berdasarkan perhitungan keliling bangunan ka’bah ditambah dengan jarak hijr ismail yang di dapat dari mbah google). Menurut kabar dari rekan-rekan yang sudah berangkat terlebih dahulu bahwa ka’bah saat ini dalam kondisi penuh hal tersebut ada kemungkinan jarak thowaf akan semakin panjang.

Perkiraan jarak tempuh thowaf

Perkiraan jarak tempuh thowaf   (Gambar diungguh dari mbah google)

Jarak tempuh sa'i (Gambar diunduh dari mbah google)

Jarak tempuh sa’i (Gambar diunduh dari mbah google)

Continue reading

Menjemput Impian #1

Kali ini penulis menjemput impian dengan mencoba peruntungan  apply beasiswa master of Health Promotion and Behavior dari Program Usaid. Kuliah di Luar Negeri secara gratis??? Sapa yang gak mau …. mau semua dong, termasuk penulis J .

Prestasi USaid (gambar diambil dari mbah google)

Prestasi USaid (gambar diambil dari mbah google)

Sebenarnya passion penulis untuk kuliah di Luar Negeri melalui beasiswa sudah lama muncul namun baru kali ini mempunyai keberanian untuk apply, karena apa? Banyak hal yang mempengaruhi penulis baru action. Diantaranya adalah karena bahasa inggris penulis yang pas-pasan dan toefl PBT penulis belum mencapai 550, golongan dan pangkat penulis belum memenuhi syarat untuk tugas belajar ataupun ijin belajar dari instansi tempat penulis bekerja. Golongan penulis saat ini 2D *insyaAllah sebentar lagi menjadi 3A* karena saat penulis mendaftar jadi PNS menggunakan ijazah D3 dan ijazah S1 penulis belum penyesuaian *mohon doanya para pembaca ya semoga penulis beruntung dan ijazah S1 penulis segera disesuaikan. Aamiin* . Dan kali ini penulis memeberanikan diri untuk mendaftar karena setelah penulis mengutarakan maksud penulis kepada atasan bahwa penulis berencana akan apply beasiswa master dan minta surat referensi dari beliau. Alhamdulillah gayung pun bersambut, atasan penulis menyetujui dan mempersilahkan untuk penulis aplly beasiswa tersebut. Akhirnya setelah tahun sebelumnya mendapatkan penolakan, Allah memberikan kemudahan di tahun ini. Walaupun baru berupa izin untuk mendaftar dari atasan, penulis sangat bahagia tak terkira *apalagi bener-bener dapat beasiswanya ya hahaha J *.

Singkat cerita, akhirnya penulis mulai mengisi form aplikasi dan sambil menghubungi dua orang atasan penulis untuk berkenan menuliskan surat referensi.  Next tinggal menghubungi professor di tempat kuliah penulis. Hmmm satu orang yang sangat melekat di hati dan langsung terlintas di pikiran … Prof.Hamam, seorang professor yang baik banget, low profile, masih muda, ganteng lagi … penulis sampe terpesona deh sama beliau hahaha *intermezo*. Finally, dengan penuh semangat 45 maka penulis mulai menghubungi beliau via email dan sms dan Alhamdulillah again Allah permudah urusan surat referensi dari Prof.Hamam, untuk mengambil surat referensi dari Prof.Hamam pun penulis ke Jogja dan langsung kembali lagi ke Bogor *semoga perjuangan dan pengorbanan ini menghasilkan buah yang manis yaa Allah. Aamiin* . Yuhhhuuu, berhasil  juga akhirnya penulis mendapatkan dua surat referensi dari atasan di H-1 deadline pendaftaran beasiswa tersebut. Hmmm meefet banget yah, yoiii kebetulan penulis juga mendapatkan info beasiswa tersebut H-14 dan seminggu berikutnya penulis sedang hectic buanget dan akhirnya pun baru sempat donlot dan baca-baca aplikasinya.

Continue reading