Perjalanan Pertamaku Menuju Baitullah-NYA (Part 1 : Soetta – Jeddah)

Alhamdulillah akhirnya hari yang dinanti-nanti sampai juga, Sabtu 26 April 2014. Yaitu hari dimana penulis dan adek beserta rombongan jamaah umroh akan memulai perjalanan menuju baitullah-Nya untuk berumroh. Senang, bangga, haru, rasa syukur, dan entahlah smua rasa berkecamuk di hati penulis. Penulis menunggu hari itu dengan penuh harap, dan  selalu memohon untuk dipantaskan ke tanah suci-Nya.

Di pelatarn Masjid Nabawi -Madinah Al Munawaroh

Di pelataran Masjid Nabawi -Madinah Al Munawaroh

Penulis selalu teringat dengan kalimat salah satu ustad yang mengisi manasik “biarpun kita sudah melunasi biaya umroh dan haji, jika Allah belum memantaskan kita untuk ke tanah suci-Nya maka Allah akan bisa berbuat apa saja dengan kun fayakun-Nya. Dan kita harus selalu sabar dengan ujiannya, perbanyak istighfar”. Seperti yang dialami penulis, seminggu menjelang keberangkatan penulis adalah hari-hari yang penuh dengan ujian. H-5 keberangkatan ke tanah suci penulis kehilangan ATM, H-3 penulis mengalami kecelakan motor kalo orang jawa bilang ‘ngglusur’ motor pun harus masuk bengkel namun alhamdulillah penulis hanya mengalami lecet-lecet, memar, lebam, tangan  dan kaki sedikit sulit digerakkan, saat hari H ponsel penulis terjatuh di parkiran bandara namun sekitar 1 jam kemudian ponsel tersebut kembali alhamdulillah masih rezeki walaupun tak berulsa lagi.  Ya itulah seklumit ujian yang dialami penulis menjelang keberangkatannya ke tanah suci, penulis hanya bisa bersabar semoga semua itu menjadi penggugur dosa penulis, Allah sedang membersihkan dosa-dosa penulis dan bersyukur kejadian tersebut terjadi di tanah air. Yuk back to the main story. Kami menggunakan Etihad Airways dengan transit di Abu Dhabi Keberangkatan : Soetta – Abu Dhabi dan lanjut Abu Dhabi –Jeddah. Jeddah – Madinah, Madinah –Mekkah. Kepulangan : Mekkah – Jeddah lanjut Jeddah – Abu Dhabi (transit), Abu Dhabi – Soetta dan lanjut Pulang ke Tegal.   Hari ke -1, Sabtu 26 April 2014  (Jakarta – Soetta – Abu Dhabi)

Foto bersama keluarga sesaat sebelum berangkat ke Tanah Suci di Bandara Soekarno Hatta

Foto bersama keluarga sesaat sebelum berangkat ke Tanah Suci di Bandara Soekarno Hatta

Hari itu penulis menginap di tempat saudara yang tinggal di Jakarta tepatnya di daerah Rawasari karena mempertimbangkan jarak dan waktu tempuh jika penulis berangkat dari Bogor (tempat tinggal penulis dan kebetulan keluarga besar penulis tinggal di Tegal). Akhirnya pun siang itu sekitar pukul 10.00 WIB penulis beserta adek, ummi, abah, budhe Masroh, saudara sepupu (mba Ida dan mba Ati), sepupu ipar  (mas Ari, mas Dayat) dan para keponakan (Fadli, Fardhan, Fabian, Aarij, Bilqis, dan Adam) meninggalkan Rawasari menuju Bandara Soekarno Hatta   atau yang sering disebut dengan ‘Soetta’. Perjalanan lancar dan hanya dalam waktu 60 menit kami sampai di Bandara Soetta. Sesuai dengan jadwal dari pihak travel bahwa kami berkumpul di terminal 2D pukul 13.00. Sambil menunggu pukul 13.00 kami pun menikmati makan siang yang telah disiapkan oleh budhe dan mba Ida. Penulis sambil berkomunikasi dengan bu Lita pihak travel, yeah finally ketemu dengan bu Lita dan rombongan  untuk bersiap-siap check in. Saatnya berpamitan dengan ummi, abah, dan saudara-saudara semua … salim, hug and crying hikshiks. Ummi, abah kami pamit yah mohon doanya smoga dimudahkan dan dilancarkan semuanya, diberikan kesehatan juga selama di tanah suci sampai kembali ke tanah air dengan selamat, aman dan nyaman. Aamiin’ Penulis beserta adek dan rombongan jamaah umroh pun check in dan masuk ke salah satu lounge yang sudah ditunjuk oleh pihak travel (lupa nama lounge-nya), ditempat tersebut kami dapat fasilitas makan, snack, minum, dan ustad pembimbing mulai memberikan arahan dan bimbingannya untuk bekal kami di tanah suci. Pembimbing kami bernama ustad Faris dari pesantren Buntet Cirebon, salah satu pesan beliau terkait sholat di pesawat karena selama perjalanan di pesawat dari Soetta – Abu Dhabi maka kami akan  terbentur dengan waktu sholat maghrib dan isya, pesan dari pak ustad Fariz adalah “saat di pesawat kami tetep sholat dengan  tayamum menggunakan debu di kursi pesawat dengan niat sholat untuk menghormati waktu dan saat tiba di Jeddah nanti kami mengqodo (mengganti sholat tersebut).

Ustad Faris sedang memberikan bimbingan sesaat sebelum boarding pass di salah satu lounge di Bandara Soekarno Hatta

Ustad Faris sedang memberikan bimbingan sesaat sebelum boarding pass di salah satu lounge di Bandara Soekarno Hatta

Jam tangan pun menunjukkan waktu pukul 17.00 dan suara pengeras terdengar memanggil kami, penumpang pesawat Etihad Airways EY 475 . Yuk mariii meluncuuur menyiapkan passpor dan tiket lanjut boarding pass. Soetta – Abu Dhabi international Airport ditempuh selama 8 jam (take off pukul 17.45 WIB dan  landing di ADIA pukul 22.45 waktu Abu Dhabi). Waktu Abu Dhabi lebih lambih lambat 3 jam dibanding dengan Jakarta.   Selama di pesawat kami terlayani dengan baik, top banget deh pokoknya, pramugari-nya pun sangat ramah-ramah.

Tiba di Abu Dhabi International Airport

Tiba di Abu Dhabi International Airport

Penerbangan kami selanjutnya pukul 01.55 waktu setempat. So kami punya waktu 3 jam 10 menit transit . Saatnya beristirahat … zzzZZZZZ!!! (Tips 1 : Better bawa bantal leher , apalagi klo perjalanannya kita pake transit so bantal lehernya lumayan banget bisa membuat kita lebih nyaman untuk istirahat di kursi saat transit.   Hari ke-2, Minggu 27 April 2014 (Abu Dhabi – Jeddah – Madinah)

Adek narsis di dalam pesawat Etihad

Adek narsis di dalam pesawat Etihad

Pukul 01.55 waktu Abu Dhabi, yeah next flight with Etihad Airways EY 313 to King abdul Aziz International Airport Jeddah . Abu Dhabi – KAAIA ditempuh 3 jam, sampai di bandara KAAIA pukul 03.45 waktu Jeddah (Waktu jeddah 1 jam lebih lambat dibandingkan dengan Abu Dhabi atau 4 jam lebih lambat dibandingkan dengan Jakarta). Sesampainya di KAAIA kami menjalani proses pemerikassan di imigrasi, sebagai informasi bahwa di KAAIA disediakan antrian khusus jamaah umroh dan dipisahkan antara jama’ah pria dan wanita. Pemeriksaan di KAAIA termasuk sangat ketat dan pemeriksanya pun sangat tegas. Jama’ah wanita diperiksa oleh petugas wanita dan jama’ah pria diperiksa oleh petugas pria. Sekitar pukul 05.00 waktu Jeddah kami selesai proses pemeriksaan dan  lanjut sholat shubuh di masjid bandara yang terletak di sebelah kiri setelah keluar dari pintu imigrasi.

Sampai di King Abdul Aziz International Airport -Jeddah

Sampai di King Abdul Aziz International Airport -Jeddah

Kami pun melanjutkan  perjalanan menuju Madinah Al Munawaroh menggunakan bus yang telah disediakan travel. Jeddah – Madinah kurang lebih memakan waktu 7 jam.

Sampai ketemu di cerita selanjutnya yah :

Perjalanan Pertamaku Menuju Baitullah-Nya 2 (Madinah)

Perjalanan Pertamaku Menuju Baitullah-Nya 3 (Mekkah)

Ke Baitullah Jadi Lebih Mudah Menghitung Hari Menuju Baitullah-Nya

3 thoughts on “Perjalanan Pertamaku Menuju Baitullah-NYA (Part 1 : Soetta – Jeddah)

  1. Pingback: Menghitung Hari Menuju Baitullah-Nya | My Notes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s