Menghitung Hari Menuju Baitullah-Nya

Tak terasa bulan April tlah tiba, itu artinya saat-saat menuju Baitullah-Nya semakin dekat. Apalagi beberapa waktu yang lalu dapat kabar dari bu Lita pihak Travel yang menginformasikan bahwa keberangkatan kami diajukan yang semula tanggal 30 April 2014 menjadi tanggal 26 April 2014 …. Its sound so great!. Syukur alhamdulilah, smua atas izin-Nya. Kabar baik pula datang dari seorang kawan yang penulis komporin untuk umroh bersama akhirnya ada satu yang positif berangkat bersama satu rombongan dengan travel yang sama pada tanggal yang sama … Alhamdulillah bertubi-tubi nikmat yang Engkau berikan. So nanti penulis merasa lebih nyaman karena ada adek dan seorang kawan yang ke tanah suci bersama .

makkah

H-16 menuju Baitullah-Nya. Penulis merasakan perasaan yang bermacam-macam, mulai dari seneng banget, haru, deg-degan , etc yang jelas so excited. Disisi lain penulis merasa hamba yang penuh dengan lumuran dosa, semoga Allah pantaskan penulis menjadi tamu-Nya.

Untuk ke tanah suci selain persiapan finansial, persiapan fisik dan persiapan psikologis juga diperlukan. Persiapan finansial selain untuk biaya pendaftaran, diperluan untuk biaya vaksin meningitis, biaya pembuatan passpor bagi yang belum mempunyai, biaya pembuatan surat mahram bagi yang perempuan berusia dibawah 40 tahun dan bepergian tanpa didampingi mahramnya, biaya untuk melengkapi perlengkapan berumroh seperti baju ihrom, dll , biaya untuk uang saku selama di tanah suci barangkali kita ingin mencicipi jajanan arab, sedekah, naik angkutan umum, beli oleh-oleh. Sedangkan untuk persiapan fisik dan kesehatan sangat penting untuk dipersiapkan juga karena  saat di tanah suci kita akan melakukan banyak kegiatan yang menempuh jarak tidak sedikit seperti thowaf, sa’i selain itu juga kegaitan city tour dalam waktu yang terbatas dan jadwal padat. Untuk persiapan psikologis seperti kesiapan dan keikhlasan diri untuk melepas pakaian gita dengan gelar-gelar kita karena saat di Baitullah-Nya kita semua sama, keikhlasan meninggalkan keluarga untuk sementara.

Untuk penulis sendiri persiapan yang sudah dilakukan adalah perlengkapan ikhrom alhamdulillah sudah beres, batik seragan dari travel pun sudah diterima dan on process penjahitan (gak terallu penting ya klo ini haha, namanya juga persiapan ya sebutin aja deh yang sudah dilakukan), penulis sudah mulai membuat list barang apa-apa yang akan dibawa ke tanah suci sambil melengkapinya, penulis jug amulai menghafal dan memahmi doa-doa yang akan dibaca selama di tanah suci (kalo ini penulis memanfaatkan buku panduan haji dan umroh milik orangtua karena dari travel sampai saat ini buku panduan belum dibagikan), selain itu penulis sudah mulai mengaktifkan kembali joging minimal 30 menit setiap hari di pagi hari untuk menjaga stamina dan mempersiapkan diri untuk berjalan kaki jauh, berdasarkan info yang penulis peroleh dari mbah google dan kawan-kawan yang sudah pernah ke tanah suci bahwa jarak Shafa –Marwah ± 0,5 Km dan untuk sa’i jarak tersebut tinggal dikali tujuh yaitu 3,5 Km (Sa’i = berjalan/ berlari-lari kecil dari bukit Shafa – Marwah sebanyak tujuh kali), jarak thowaf ± 60 meter dikali 7 putaran menjadi 420 meter  dengan jarak terdekat dari bangunan ka’bah (Jarak ini penulis hitung berdasarkan perhitungan keliling bangunan ka’bah ditambah dengan jarak hijr ismail yang di dapat dari mbah google). Menurut kabar dari rekan-rekan yang sudah berangkat terlebih dahulu bahwa ka’bah saat ini dalam kondisi penuh hal tersebut ada kemungkinan jarak thowaf akan semakin panjang.

Perkiraan jarak tempuh thowaf

Perkiraan jarak tempuh thowaf   (Gambar diungguh dari mbah google)

Jarak tempuh sa'i (Gambar diunduh dari mbah google)

Jarak tempuh sa’i (Gambar diunduh dari mbah google)

Dan satu hal lagi, khusus untuk perempuan yang masih mengalami masa menstrusi/ haid. Berdasarka diskusi dengan rekan yang seorang dokter dan sudah pernah berumroh maka penulis mendapatkan saran. Jika tanggal keberangkatan kita ke tanah suci untuk berumroh membarengi dengan tanggal menstruasi/ haid kita maka minumlah obat penunda menstruasi H-7 hari perkiraan datang bulan/ menstruasi dialnjutkan juga saat umroh dan sampai kembali ke tanah suci. Obat tersebut bisa di beli di apotek, salah satunya adalah “Primolut-N” (penulis menyebutkan merk bukan berati penulis promosiin obat tersebut ya , sekedar memberikan informasi sapa tahu para pembaca juga ada yang sedang mencari obat tersebut). Berdasarkan informasi dari seorang kawan yang seorang apoteker bahwa harga obat tersebut Rp. 150.000 / strip dan masing-masing strip berisi 10 biji.

Bismillahirrohmaanirrohiim, mohon doa dari semua pembaca semoga Allah berikan kesehatan,kemudahan dan kelancaran bagi penulis, adek, kawan, dan rombongan untu beribadah umroh dan semoga uroh kami mabrur. Tak lupa pula kami doakan semoga para pembaca dicukupkan rezekinya untuk ke tanah suci tahun ini bersama orang-orang tersayang. Aamiin.

Menunggu yang sangat indah adalah saat menunggu ke Rumah-Mu yaa Allah .

Baca juga :

Cara Mendapatkan Kartu Kuning Hasil Vaksinasi Meningitis di Bogor

Mau Titip Doa?

Perjalanan Pertamaku Menuju Baitullah-NYA  1 (Soetta – Jeddah)

2 thoughts on “Menghitung Hari Menuju Baitullah-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s