Cara Mendapatkan Kartu Kuning Hasil Vaksinasi Meningitis di Bogor

Kali ini penulis akan sharing tentang “Bagaimana cara mendapatkan kartu kuning ?”. Kartu Kuning disini bukan kartu pencari kerja ya tapi kartu sebagai tanda bahwa kita telah disuntik vaksin meningitis/ vaksinasi meningitis. Kartu kuning ini biasanya digunakan  untuk mendapatkan visa di kedutaan Besar Arab Saudi bai para calon jamaah haji atau umroh.

Apakah penulis akan umroh? Mohon doanya para pembaca semoga penulis segera dipantaskan untuk ke Tanah Suci … Paspor udah punya jadi punya waktu lima tahun untuk mengencangkan niat dan usaha, Na biar kenceng lagi actionnya ditambah dengan vaksinasi meningitis yangmana masa kekebalannya selama dua tahun. So dalam dua tahun kedepan harus sudah ke tanah suci *maksa hihihi*. Aamiin aamiin yaa Mujiib semoga penulis, pembaca dan keluarga kita smua dimudahkan untuk ke tanah suci bersama keluarga untuk berhaji, berumroh dan umroh ramadhan.

Kartu kuning di bogor

Kartu kuning

Kenapa harus menyertakan kartu kuning  saat akan umroh?

Kartu kuning menjadi salah satu syarat yang diwajibkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi untuk mendapatkan visa. Berdasarkan info dari dokter pelabuhan bahwa sebenarnya meningitis (radang selaput otak) banyak terjadi pada orang Afrika sedangkan umroh dan haji yang hadir dari seluruh dunia termasuk Afrika. Penyakit tersebut sangat berbahaya dan bisa menular pada siapa saja makanya pemerintah Arab Saudi mewajibkan untuk semua calon jamaah harus sudah vaksinasi meningitis sebelum memasuki Arab Saudi.

Apa Syarat untuk mendapatkan Kartu Kuning?

  1. Fotokopi paspor dengan nama bersuku kata tiga yang masih berlaku (1 lembar);
  2. Foto 4×6 (1 lembar)
  3. Sejumlah uang sesuai harga vaksin

 Bagaimana Cara Mendapatkan Kartu Kuning?

Vaksinasi meningitis yang dimaksud disini hanya dilakukan oleh dokter khusus KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)  yang bertempat di pelabuhan ataupun di bandara ataupun di Rumah Sakit yang dituju. Untuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor,Depok, Tangerang, Bekasi) dan sekitarnya bisa mendapatkan Kartu Kuning  yaitu di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priuk, atau di Bandara Soekarno Hatta (Bandara Soetta) atau di Rumah Sakit Haji. Dahulu bisa vaksinasi di Rumah Sakit Fatmawati namun berdasarkan informasi dari teman yang per tanggal 31 Desember 2013 mengantar ibu-nya untuk vaksinasi meningitis ternyata di RS. Fatmawati sudah tidak melayani vaksinasi tersebut.

Dan dalam perkembangannya Dinas Kesehatan Kota (DKK) bekerja sama dengan dokter KKP melayani vaksinasi meningitis. Namun hanya hari tertentu misal di DKK Bogor bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Bandung  hanya hari Sabtu, sedangkan tempat-tempat yang saya sebutkan sebelumnya melayani vaksnasi lima harii kerja yaitu Senin s/d Jumat.

Berikut adalah pengalaman saya vaksinasi di DKK Bogor

Penulis melakukan vaksinasi di DKK Bogor. Awalnya penulis akan vaksinasi pada tanggal 28 Desember 2013 tetapi penulis saat itu sedang sedang sakit flu dan ada demam jadi penulis mohon untuk vaksinasinya diundur walhasil penulis ngurus sendiri mulai dari pendaftaran sampai selesai  tepatnya hari Sabtu tanggal 11 Januari 2014. Dan ternyata di DKK Bogor bekerjasama dengan dokter pelabuhan menyediakan fasilitas vaksinasi meningitis setiap hari Sabtu *semoga infonya gak salah ya*. Selain itu mereka juga melayani vaksinasi influenza, vaksinasi pneumonia.

Btw kenapa penulis minta diundur vaksinasinya saat dijadwalkan pertama? Seperti yang sudah disampaikan di atas bahwa penulis sakit dan ada demam. Vaksin adalah virus yang dimahkan nah … kalo kondisi kita lagi sakit dan dimasukkan vaksin gak beranilah. Mari kita berfikir secara logika “di badan sedang ada virus flu dan berikutnya dimasuki virus yang dibekukan? Iiiih sereeem”.

Dan ternyata setelah mendapatkan informasi dari dokter yang menyuntik vaksin bahwa ada dua kontra indikasi untuk vaksinasi meningitis, yaitu : ibu hamil dan seseorang yang sedang demam. Ibu hamil yang melakukan suntik vaksinasi meningitis dikhawatirkan akan mebahayakan janinnya dan lahir cacat. Sedangakn pada orang yang demam dikhawatirkan akan menimbulkan demama yang lebih hebat dan kejang.

Proses Vaksinasi Meningitis di DKK Bogor

1. Pengambilan nomor antrian

Pengambilan nomor antrian dimulai pukul 07.00 WIB. Saat itu penulis sampai di DKK Bogor pukul 07.30 Wib dan mendapatkan nomor antrian 127 namun saat masih berdiri di tempat pengambilan nomor antrian ada orang yang meletakkan kembali nomor antrian karena dia gak jadi vaksinasi kemungkinan karena persyaratannya kurang lengkap *nebak*. Wow … lucky me, nomor 110. Lumayan bangeeets dari nomer 127 jadi 110. Next … waiting. Nunggu nomor kita dipanggil untuk pendaftaran.

2. Pengisian Formulir pendaftaran

Formulir bisa diambil disamping nomor antrian. Data yang diperlukan adalah : nama, nomor passport, Tempat Tanggal Lahir (TTL), jenis kelamin, pekerjaan, alamat, nomor telefon, tanggal keberangkatan, negara tujuan, riwayat penyakit, nama travel. Terakhir di pojokan bawah bubuhi nama dan tanda tangan serta tempelkan foto 4×6 pada kolom yang tersedia. Di DKK Bogor ini memfasiliatsi banget, lem dan bolpoint dah disediakan. Khusu untuk bolpoint mendig bawa sendiri guys coz bolpoint yang disediakan Cuma satu sedangkan yang daftar buanyak banget hari itu sampai 150an orang (dilihat dari nomer antrian yang terambil). Kalo formulir sudah terisi lengkap saatnya menunggu panggilan untuk pendaftaran.

formulir pendaftaran vaksinasi meningitis

Formulir Pendaftaran Vaksinasi Meningitis

3. Pendaftaran

Petugas pendaftaran  memanggil nomor antrian penulis dan penulis diminta menyerahkan formulir pendaftaran + 1 lembar fotocopy passport + 1 lembar foto ukuran 4×6 dan selanjutnya petugas menanyakan kepada penulis “mau vaksin apa saja?”, penulis menjawab “meningitis”. Selanjutnya pencatatan oleh petugas 1 dan formulir kita ditulis nomor antrian “110”. Selanjutnya ke meja sebelah yaitu petugas pembayaran.

Sebagai info tambahan, pendaftaran dimulai pukul 08.30 dan nomor antrian penulis dipanggil pada pukul 09.30.

4. Pembayaran

Setelah petugas pembayaran mendata data yang diperlukan selanjutnya penulis membayar Rp. 400.000. Done! Selanjutnya menunggu panggilan untuk diperiksa tensi darah dan tes kehamilan.

5. Pemeriksaan tensi darah dan tes kehamilan bagi wanita usia subur

15 menit setelah pembayaran, nama penulis dipanggi untuk menjalani pemeriksaan tensi dan tes kehamilan. Pemeriksaan tensi darah oleh petugas kesehatan dan setelah diperiksa tensinya penulis dikasih alat tes kehamilan (test pek *penulisannya bener gak tho?* ) dan sebuah botol kecil penampung urin.

Setelah selesai tes urin, hasilnya diberikan ke petugas. Dan selanjutnya menuju ruang tunggu vaksinasi, ruangannya ada di sebelah ruang pendaftaran.

6. Vaksinasi

Di ruang tunggu vaksinasi lebih nyaman, ada beberapa kursi sofa dan dilengkapi dengan televisi. Pemanggilan dilakukan per kloter 20 orang dan penulis menunggu kira-kira 1 jam akhirnya nama penulis dipanggil juga. Jreng jreng …. penulis pun memasuki ruang vaksinasi beserta 19 orang lainnya. Di ruang vaksinasi disediakan tempat duduk yang memang disediakan. Sebelum vaksinasis dimulai, dokter menjelaskan  kami kepada kami tentang vaksinasi meningitis “kenapa harus vaksinasi meningitis, apa manfaatnya, apa indikasinya, apa kontra indikasinya, sight efek-nya, dll”. Dan kami pun mendapatkan penjelasan tentang vaksinasi lainya seperti  influenza dan pneumonia. Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter penulis memutuskan untuk menabhan vaksinasi influenza yaitu seharga Rp. 150.000, pembayaran dilakukan setelah vaksinasi.

Vaksinasi dilakukan pada calon jamaah pria terlebih dahulu sampai habis dan berikutnya calon jamaah wanita karena untuk calon jamaah wanita memerlukan extra buka-bukaan #eh maksudnya karena baju yang unik.

Penyuntikan vaksin meningitis dilakukan di lengan kiri, kondisi harus rileks dan gak tegang. Untuk vaksinasi influenza disuntik di lengan sebelah kanan. Jngan lupa ya sambil baca bismillah. Vaksinasi pun selesai .. done alhamdulillah dan selanjutnya pembayaran. Setelah selesai vaksinasi dan pembayaran kekurangan, penulis diminta untuk keluar ruangan dan menunggu hasil di depan ruang vaksinasi.

7. Pengambilan hasil

10 menit kemudian petugas pun keluar dari ruang vaksinasi dengan membawa “kartu kuning hasil vaksinasi meningitis”. MIRATUL AZIZAH “petugas memanggil nama itu” dan penulis pun langsung menghampiri petugas “Yes! I got you the yellow card. Alhamdulillah. Yaa Allah semoga Engkau permudah jalankami ke Tanah Suci-MU. Aamiin”.

Proses ini selesai pada pukul 12.01.  Paaas banget … pas selesai pas waktunya sholat dzuhur. Di gedung sebelah terlihat ada mushollah, yuks mariii capcus lapor dulu ke Allah.

Awalnya penulis berencana akan melakukan vaksinasi di Bandara Soetta karena saat itu belum dapat informasi bahwa di DKK melayani vaksinasi meningitis dan dari pihak travel juga tidak mengadakan vaksinasi meningitis secara kolektif. Akhirny apun mulai browshing nomor telefon Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priuk, Bandara Soekarno Hatta (Bandara Soetta), Rumah Sakit Fatmawati, dan Rumah Sakit Haji. Dan penulis prefer memilih di KKP Bandara Soetta mengingat akses yang lebih mudah (dari Bogor tinggal naek bus Damri yang ke Bandara dan minta tolong diturunkan di KKP) dan dari tempat yang disebutkan diatas penulis lebih familiar dengan Bandara Soetta karena selain Bandara Soetta saya belum pernah menginjakkan kaki ke tempat-tempat tersebut.

Berdasarkan informasi dari google diperoleh nomer telefon KKP tapi gak nyambung-nyambung saat ditelfon, akhirnya menelfon 108 (pusat informasi) dan hanya dapat nomer bandara Soetta, dari CS Soetta penulis tanyakan nomer telefon KKP Bandara Soetta, yeah I got it.

Ups tapi penulis kehilangan catatan untuk nomor KKP Bandara Soetta, yang masih tercatat adalah nomer telefon Bandara Soett : 021 – 5507989/ 5506068/ 5502277.Setelah menghubungi Bandara Soetta dan minta disambungkan dengan KKP Bandara Soetta, maka penulis mendapatakan informasi, lebih detail penulis share di bawah ya J.

Vaksinasi di  Kantor KKP, saya contohkan di KKP Bandara Soetta.

–          Pendaftaran di Kantor KKP Soetta mulai pukul 07.00 wib sampai dengan pukul 09.00 wib. Ingat, datang pagi-pagi ya biar dapat nomer antri lebih awal, berdasarkan informasi bahwa setiap harinya buanyak banget yang daftar untuk suntik meningitis. Di loket pendaftaran kita diminta mengisi formulir yang telah disediakan dan melengkapi dengan fotocopy paspor, KTP dan foto 4×6.

–          Menunggu panggilan untuk di vaksin

–          Proses vaksinasi dimulai pukul 09.00 wib sampai dengan selesai

–          Foto barcode ICV (International Certificate of Vaccination)

–          Pembayaran di kasir dan pengambilan hasil berupa kartu ICV berwarna kuning (maka dari itu dikenal dengan sebutan Kartu Kuning).

Berapa Biayanya?

Saat ini harga vaksin Rp. 305.000 di KKP Bandara Soetta, harga tersebut bisa saja berubah seiring berjalannya waktu. Kalo di Dinas Kesehatan Kota Bogor harga Rp. 400.000. Hmmm kalo diitung-itung secara matematika mending tetep milih vaksinasi di DKK Bogor dengan beberapa pertimbangan yaitu :

  1. Hemat biaya, karena biaya transport dari tempat tinggal penulis – bandara Soetta ± Rp. 120.000, belum untuk jajan kalo laper dan haus.
  2. Hemat waktu, karena hanya butuh waktu 1 jam untuk menuju DKK Bogor dibandingkan penulis harus ke Bandara Soetta bisa sampai 1,5 jam kalo lancaaaar banget dan kalo pake macet bisa 4 – 5 jam.
  3. Tidak perlu ambil cuti ataupun izin gak masuk kerja, karena vaksinasi di DKK Bogor diadakan hari Sabtu. Kalo vaksinasi di KKP harus di hari kerja yaitu Senin sampai dengan Jumat dan Tanggal Merah mereka juga libur. (Kalo cuti dipotong uang makan, kalo izin ada tambahan potongan tunjangan hmmm jatuhnya mahal klo ke Soetta hehehe *perhitungan banget yaks hihihi*).

DKK Bogor Itu Dimana ya?

DKK Bogor terletak di JL. Kesehatan No. 3 Bogor Telp. 0251 – 331753. Letaknya dekat dengan GOR Padjajaran, dekat dengan Puskesmas Sereal.Untuk detailnya penulis jelaskan letaknya dari plasa Jambu Dua ya,s apa tahu ada yang membutuhkan info detailnya.

  1. Kalo naek kendaraan sendiri. Dari plasa jambu dua ambil masuk ke jalan A.Yani (ke arah air mancur), letak DKK setelah kantor imigrasi, setelah kantor askes, dan ada di sebelah kanan jalan so mepet kanan aja karena di jalur tersebut one way (satu arah) jadi gak masalah. Setelah lihat ada pertigaan dengan plang lumayan besar bertuliskan “DINAS KESEHATAN KOTA BOGOR”  belok kanan dan jalan pelan karena letaknya tidak jauh dari pertigaan kira-kira 50 meter dan letaknya sebelah kanan.
  2. Kalo naek kendaraan umum. Dari plasa jambu dua naek ankutan umum yang ke arah air mancur dan bilang saja ke abang sopir minta diturunkan di Kantor DKK Bogor. Nnati turun di pertigaan dengan plang bertuliskan “DINAS KESEHATAN KOTA BOGOR” selanjutnya ikuti arahan seperti diatas (nomor 1).
Kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor

Kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor

 

Kalo KKP Bandara Soetta Itu Dimana?

KKP Bandara Soetta berada di area perkantoran Bandara Soetta. How to get there?  Saya ceritakan versi naek kendaraan umum, tinggal naek bus damri yang ke bandara dan sampaikan ke kondektur bahwa kita akan turun di area perkantoran Bandara Soetta tepatnya di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).  Kata security KKP yang menerima telfon dari saya menjelaskan bahwa :Setalah kita turun di area perkantoran Bandara Soetta tepatnya di kantor pos, maka akan ada menara dan masjid lanjut belok (lupa nanya belok kiri ato kanan), selanjutnya ada medical center/ klinik 24 jam … Nah itulah KKP yang kita cari.

Kalo yang naek kendaraan pribadi maaf penulis tidak tahu.

TIPS TAMBAHAN :

1. Datang ke tempat pendaftaran lebih awal misal 30 menit sebelum pengambilan nomor antrian (pukul 06.30).

2. Sempatkan sarapan terlebih dahulu sebelum meninggalkan rumah karena mengingat waktu yang dibutuhkan mulai dari pengambilan nomor antrian sampai pengambilan hasil tidaklah pendek.

3. Bawa bekal cemilan dan air minum secukupnya, walaupun disamping atapun di luar DKK ada penjual snack.

4. Bawa buku jika suka membaca untuk mengisi waktu saat menunggu antrian ataupun bisa sambil mendengarkan murotal, tadarus ataupun mendengarkan musik.

Demikian sharing saya tentang vaksinasi meningitis dan sampai akhirnya mendapatkan kartu kuning. Semog akita semua segera dipantaskan untuk bersujud di Masjidil Harom-Nya, bersujud di Masjid Nabawi-Nya, bersujud di Roudhoh-Nya, berziarah ke makam Rosulullah, memeluk ka’bah-Nya, berthowaf, dan

LABBAIKALLAHUMMA LABBAIK,

LABBAIKA LAASYARIIKA LAKA LABBAIK,

INNAL HAMDA WANNI’MATA LAKA WAL MULK LAA SYARII KALAK

Baca juga ya tentang :

“Vaksinasi Meningitis dan Vaksinasi Lainnya di KKP serta Manfaatnya”

“Cara Mendapatkan Kartu Kuning untuk Keperluan Umroh di Semarang dan Jawa Tengah”

“Penambahan Nama Pada Paspor”

46 thoughts on “Cara Mendapatkan Kartu Kuning Hasil Vaksinasi Meningitis di Bogor

  1. Hallo mbak Azizah, saya mau bertanya.
    Tahun 2009 saya pernah bikin yellow fever (masa exp. 10 thn), jadi thn 2019 baru expired.
    Hanya saat ini kartu yellow fever tersebut hilang entah dimana😦
    Jadi, klo ingin mendapatkan yang baru bagaimana mbak, apakah saya harus suntik lagi? Masalahnya masa berlakunya masih 5 thn lagi. Klo suntik lagi sebelum masa berlaku apa ada efek sampingnya? Dan jika ada efek sampingnya, apakah bisa hanya membuat kartunya saja? kebetulan sampai skrng saya masing memegang fotocopy nya.
    Mohon infonya mbak.
    thnks before.

    • Hai Tio …berdasarkan hasil konsul dengan dokter (sebelum balas pertanyaan mas tio, saya semat tanyakan ke temen yang berprofesi sebagai dokter). Klo misal mas tio mau suntik vaksin lagi gpp, apalagi sudah 5 tahun yang lalu. Jadi vaksin terbaru yang akan disuntikkan sebagai booster. Semoga mebantu yah jawaban saya. Dan klo kartu vaksinnya sudah jadi, disimpan yang baik yah biar gak ilang lagi hehe😉.

      Terkait foto copy kartu vaksin yang masih ada. Kalo memang dibutuhkannya kartu vaksin asli, kemungkinan fotocopy-nya kuranng bisa mewakili. Atau saat nanti mas Tio mau vaksin, sebelum proses pendaftaran dan pembayaran baiknya mas Tio menanyakan ke petugasnya … sapa tahu ada solusi terbaik. Good luck yah🙂

  2. Makasih banget info nya. Niatnya senin beosk saya dan adik.ipar mau suntik di tanjung priuk. Tapi pas baca blog nya mba, jd pengen nyoba di DKK bogor. Cuma masih ragu2 aja takut nya pas kesana ternyata ga bisa😦

    • Sama-sama, alhamdulillah yah tulisan saya bermanfaat. Mba habibah tinggalnya dimana? klo memang tingga di bogor tidak ada salahnya nyoba di DKK dulu dibandingkan jauh-jauh ke tanjung priok. Menurut info dari petugas DKK Bogor saat saya vaksin, setiap hari sabtu mereka melayani vaksinasi meningitis . Good luck yah mba Habibah

  3. Thanks a lot mba infonya.
    DKK Bogor sampai sekarang masih bisa melayani vaksinasi meningitis ga yah mba?
    Aku coba tlp nomer DKK Bogornya ga bisa di hubungi terus.😦
    Kartu kuning itu diperlukan untuk keperluan bikin visa? Atau syarat untuk berangkat yah mba?
    Insyaallah saya berangkat bulan Desember bersama keluarga, saya berangkat lewat tour travel Pekanbaru, sdgkan saya kerja di Jakarta. Jd nya kalo mmg untuk megurusi visa saya harus segara mengurus kartu kuning tersebut.

    Thank you mba😀

  4. Alhamdulillah jadi tambah wawasan dan ilmu. mau tanya mba. Kalo paspor kita cuman 2 suku kata, berlaku ga buat suntik meningits? trims

    • Keperluan mas raden suntik vaksin meningitis untuk apa? Kalo untuk umroh atau haji saya sarankan paspornya sudah dalam 3 suku kata nama, karena kartu kuning hasil vaksin namanya sesuai dengan yang tertera di paspor. Dan kartu kuning tersebut menajdi salah satu sarat pembuatan visa di kedubes Arab Saudi. So saran saya better mas raden tambah nama dulu di apspor baru lanjut vaksin meningitis.

  5. Trima kasih banyak atas informasi yang begitu jelas…….semoga kita semua dimudahkan untuk menuju rumah Allah…..amiiin amiiiin YRA

  6. makasih banget infonya.. kebetulan lagi browsing dan nanya2.. secara saya tinggal di jkt tapi kerja di bogor.. prefer suntiknya di bogor aja ya? tp katanya hrs daftar beberapa hari sebelumnya ya? atau langsung dtg pas hari sabtu? eh tp hari sabtu ini pas tgl merah ya? 25 okt? buka ga ya?

  7. Alhamdulillah atas informasinya,,,,tks banget ya say….kebetulan sy lagi binguuuung mau suntik maningitis karena kami baru pindah ke Bobgor.semoga Allah membalas semua kebaikan teh Miratull dg segudang rejeki dan kebaikan.amiiin,

  8. Assalamualaikum wr wb
    Mohon info, saya sdh pernah vaksin meningitis pd Desember 2014, tapi buku kuning saya hilang. Bagaimana cara mendapatkannya lagi ? Apa saya harus vaksin lagi (jarak waktunya belum setahun). Trima kasih atas informasinya.
    Wassalamu’alaikum wr wb

  9. Assalamu’alaikum…mba saya mau tanya,saya thn 2013 pernah suntik meningitis utk haji dan masih menyimpan kartu kuningnya cuma sdh expired mei 2015…in syaa Allah thn ini akan umroh bersama keluarga dan tanpa direncanakan saya hamil…solusi gimana ya mba saya tetap mau berangkat tapi bagaimana dgn kartu kuningnya?

    • Untuk pemeriksaan vaksin tersebut sebaiknya dikonsulkan dengan dokter obsgin mba diah ya😉. Smog aumrohnya dimudahkan dan dilancarkan dan si baby lahir sehat dan normal. Aamiin.

  10. makasih infonya, kebetulan lagi butuh nih, tapi bukan buat haji…cuma mau tugas negara aja..hajinya belum mudah2an bisa sekali buat bisa juga buat haji…Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s