Dieng Culture Festival

Pencukuran rambut gembel 2Dieng Culture Festival (DCF). Pernah mendengar kalimat itu? Pasti tidak asing bagi para pembaca atau justru masih asing? Mari kita bahas DCF secara singkat. Mengapa saya tiba-tiba mengangkat topik DCF? Karena beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan untuk menikmati indahnya Dieng Plateu atau Dataran Tinggi Dieng yang pada saat saya ke tempat tersebut bertepatan dengan DCF. Wow … lucky me🙂.

Berdasarkan informasi yang saya dapat bahwa DCF adalah suatu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis) Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah serta beberapa institusi/ lembaga swasta yang peduli dengan pengembangan kebudayaan dan pariwisata. Dan salah satu tujuan dari kegiatan DCF adalah untuk melestarikan kebudayaan dan tradisi di Dataran Tinggi Dieng yaitu ruwatan memotong rambut anak yang berambut gimbal. Selain itu juga DCF adalah salah satu promosi wisata alam dan kebudayaan. Dieng Plateu sendiri terletak diantara dua kabupaten yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo (Jawa Tengah).

Kegiatan DCF sudah beberapa kali dilakukan, tahun ini adalah tahun ke-4. Ada yang spesial di tahun ke-4 DCF ini, yaitu menghadirkan kegiatan baru berupa Festival Film Dieng dan Pagelaran Jazz Atas Awan. Untuk kegiatan baru tersebut, saya tidak bisa bercerita banyak karena perjalanan yang sangat macet (bayangkan Jakarta – Dieng ditempuh selama 24 jam, normal seharusnya cukup 12 jam) sehingga beberapa kegaitan terlewatkan. Sedangkan untuk Pagelaran Jazz diadakan minggu malam (pukul 19.00 sd selesai), tepatnya saat penutupan namun saya tidak bisa jug amengikuti acara tersebut karena minggu jam 14.00 wib saya dan rombongan harus sudah meninggalkan Dieng menuju Jakarta. Smoga next year ada kesempatan untuk ke DCF lagi.

Dari tadi ngomongin ‘rambut gembel’, apaan sih ‘rambut gembel’ itu? Berdasarkan info yang saya dapat, ‘Rambut Gembel’ adalah rambut yang menyatu menyerupai rambut anak gelandangan yang yang tidak pernah dicuci rambutnya. Rambut seperti itu bisa tumbuh alami pada anak-anak Dataran Tinggi Dieng. Penyebab tumbuhnya ‘rambut gemebl’masih belum diketahui secara jelas namun biasanya saat ‘ra,but gembel’ muncul disertai dengan demam tinggi (badan panas) disertai mengigau pada waktu tidur. Gejala tersebut tidak hilang sampai akhirnya akan kembali normal dengan sendirinya dan rambut sang anak menjadi kusut dan menyatu (rambut gembel).

Nah, di Dataran Tinggi Dieng ini ada ritual unik yaitu berupa ‘Pencukuran Rambut Gembel’ di DCF. Saya memandang ini sebagai suatu budaya (culture), bukan dari sisi religi. Karena sudah sampai Dieng dan bertepatan dengan DCF, saya sangat penasaran untuk melihat proses pemotongan ‘rambut gembel’. Pemotongan ‘rambut gembel’ dilakukan di area Candi Arjuna.  .

Berdasarkan info yang saya dapat bahwa prosesi pencukuran rambut gimbal adalah :

  1. Diawali dengan KIRAB. Kirab adalah arak-arakan menuju lokasi pencukuran ‘rambut gimbal’. Yaitu dimulai dari rumah sesepuh pemangku adat .
  2. JAMASAN. Jamasan adalah kegiatan memandikan anak berambut gembel yang dilaksanakan di Sendang Sedayu atau Sendang Maerokoco yang tempatnya di Utara kompleks Candi Arjuna.
  3. PENCUKURAN. Pencukuran  rambut gembel dilakukan oleh para tokoh masyarakat yang didampingi dan dipandu langsung oleh pemangku adat.  Setelah pencukuran dialnjutkan dengan tasyakuran dan doa.
  4. NGALAP BERKAH LARUNGAN. Masyarakat mengambil tumpeng atau makanan yang disediakan yang dipercaya banyak berkahnya.

ID peserta DCFDan sangat penting untuk diketahui bahwa bagi para wisatawan yang akan mengikuti/ menonton/ menyimak acara ‘pencukuran rambut gembel’ di area Candi Arjuna HARUS MENGENAKAN ID khusus tanda peserta DCF. Pertanyaannya, ‘dimanakah kita bisa mendapatkan ‘tanda pserta’ tersebut? Mengapa saya sebut hal tersebut sangat penting? Karena ada cerita dibalik itu. Saat saya dan tiga orang teman teh Aya, Fitri, dan Hera dengan semangat 45 mendekati area Candi Arjuna untuk melihat prosesi pencukuran rambut gembel dan mendekati pintu masuk, ada dua orang pria dengan kostum adat jawa meanyakan kepada kami ‘mohon maaf ‘mana ID anda’? saya pikir KTP atau SIM gitu … saya langsung membuka dompet dan mengeluarkan KTP dengan polosnya. Sebelum KTP keluar, sang pria mengatakan ‘maksud kami ID Peserta DCF’. Pas liat orang-orang yang ada di dalam area pencukuran rambut gembel ternyata mereka menggunakan ID KHUSUS untuk acara DCF. Dan akhirnya dengan penuh rasa ingin tahu, saya pun menanyakan kepada penjaga pintu masuk tersebut ‘Pak, bagaimana caranya saya mendapatkan ID Peserta DCF? Maksudnya saya bisa di dapat dimana?. Salah satu petugas pun menjawab ‘bisa di dapat di Panitia mba. Dan di dapatkan H-1 ’.

Oohhh MG … akhirnya saya pun dengan muka memelas menyampaikan kepada petugas, ‘pak mohon kelonggaran, kami dari Jakarta dan perjalanan sangat macet dan baru sampai di Dieng Dini hari tadi’. Sebelum petugas tersebut meberikan jawaban, ada dua orang wisatawan yang keluar dari area dan mendengar obrolan saya dengan penjaga pintu. Oh lucky us, sang wisatawan tersebut memberikan ID-nya kepada saya dan salah satu teman saya ‘Teh Aya.  Terimakasih terimakasih terimakasih … just that words that we could say. Nah selanjutnya misi mencari dua ID peserta DCF lagi karena kami berempat. Dengan PD kami pun bertanya kepada beberapa wisatawan … Yes !!!! we got them J. Yuhhhhhuuuu, berhasil berhasil berhasil *Ala Dora Explorer*.

Next nanti saya ceritakan petualang explore wisata alam selama di Dieng Plateu yaa. Visit Central Java 2013*pesan sponsor pemprov Jawa Tengah*.

Untuk info tentang DCF bisa follow twitter berikut : @diengindonesia  @festivaldieng atau www.dieng.co

Sumber : panitia DCF #4 tahun 2013, & masyarakat Dieng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s