Tangis yang Membawaku Semakin Dekat dengan Allah #Curhat

PenyemangatKejadian ini terjadi di awal tahun 2012, kisah sedih yang akhirnya membawa diri penulis lebih dekat dengan Allah. Bukan bermaksud menularkan kesediahan namun penulis berharap cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca, mengambil hal positifnya dan mengabaikan hal negatif.

Cerita ini berawal dari penulis yang broken heart. Singkat cerita, penulis sangat galau dan bahkan kegalauan yang berlarut-larut. Bahkan ingiiiiin sekali curhat di depan ka’bah tentang perasaan galau yang dialami penulis. Sampai pada akhirnya penulis memutuskan untuk lebih dekat dengan Allah. Penulis mulai rutin menyimak kajian-kajian siraman rohani baik mendengar melalui media televisi, menyimak langsung di masjid, mabit (menginap) dari masjid ke masjid, menambah sholat malam dan sholat dhuha, untuk mengisi waktu luang saat mabit di masjid penulis menghafalkan Al Qur’an ayat demi ayat.

Hari demi hari terlalui, minggu demi minggu terlewati, bahkan bulan demi bulan tak terasa sudah mendekati akhir tahun 2012, penulis pun belum tahu apakah masih berjodoh dengan Atma. Awalnya kami hanya terpisah oleh selat yaitu penulis di pulau Jawa dan Atma di Kepulauan Riau dan sekarang terpisah oleh lautan samudra dan benua.  Penulis masih di Pulau Jawa (benua Asia) sedangkan dia sudah pindah ke Benua Eropa. Melalui proses yang panjang akhirnya sedikit demi sedikit keihlasan itu muncul.

Dalam perjalanan dari galau sampai dengan ikhlas, banyak hal positif yang penulis ambil, penulis merasa ibadah menjadi lebih baik (insyaAllah) … Wallaahu a’lam. Alhamdulillah Allah menuntun penulis ke dalam kebaikan sebagai pelarian kegalauan. Penulis merasa bersyukur Allah pernah telah memberikan kegalauan sehingga penulis bisa menjadi seperti hari ini. Penulis sedang dalam proses menghafal QS. Ar Rohman, Al Waqi’ah, dan Yaa Siin.

Semoga bisa istiqomah sampai menutup mata untuk selalu bisa bertahajud dan menambah hafalan Qur’an serta bisa menularkan ke keturunan-keturunan penulis. Aamiin. Jujur, untuk beristiqomah itu tidak mudah harus selalu digenjot semangatnya. Hal itu terbukti hampir satu tahun penulis melakukan One Day One Ayat dan baru 3 surat yang bisa dihafal.

Dan GOOD NEWS-nya pun alhamdulilah sekarang penulis sudah MOVE ON, bisa tersenyum bebas (emang dari dulu cemberut mulu kali ye haha) dan yang pasti seneng banget, terasa lega, bebas menghirup udara seger. Semoga Allah segera pantasakan penulis menjadi seorang istri dari pria sholeh terbaik pilihan-Nya dan menjadi ibu dari putra putri lucu yang sholeh dan sholehah. Aamiin.

Semoga sahabat pembaca dan para sahabat yang di luar sana juga diberikan kemudahan-kemudahan dalam melakukan kebaikan.  Tidak harus menunggu ada kesedihan atau kegalauan seperti penulis untuk lebih dekat dengan Allah. Aamiin.

ALLAH SELALU MEMPUNYAI CERITA DENGAN CARANYA SENDIRI, DIA MENYUSUN JALAN CERITA DAN SEPERTI APA ENDINGNYA, HANYA DIA YANG TAHU DAN PASTI ITU SANGAT INDAH SERTA YANG TERBAIK. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s