Ngebolang KL – Singapore 3D4N ‘Selalu ada tangan-Nya’

Ngebolang

Passion ngebolang ke Singapore dan KL sebenarnya sudah lama namun akhirnya baru terlaksana di awal tahun 2013.

Perginya dibilang dadakan ya lumayan dadakan, berawal dari ada tawaran traveling dari salah satu grup traveling ke KL dan Singapore dengan budget lumayan terjangkau. Dan pas banget kami dapat rezeqi lumayan cukup untuk bisa traveling ke 2 negara tersebut. Kami??? Memang siapa aja sih?

Pas di KL, saya berbackpacking berdua dengan sahabat traveling saya Nana Naibaho. Dari namanya sudah jelas orang Medan, tapi dia lahir dan besar di Jakarta dan yang jelas sahabat yang tepat untuk diajak bersusah payah saat backpacking.Bagaimana saat di Singapore? Kami bertambah personil, yaitu jadi berlima ada si Anne, Indri, dan Ephin.

And then finally,  kita tidak bergabung dengan grup traveling tersebut karena dari hasil diskusi berdua “Nana dan saya” bahwa kami bisa lebih menghemat lagi jika kami pergi sendiri. Soalnya pasti mereka sudah ngambil untung juga hahahaha …. UUD (Ujung –Ujungnya Duit).

It was so great days, awesome, and crazy Hahahaha. Let’s go to the story.

PERSIAPAN

Persiapan yang dilakukan lumayan menyita waktu dan tenaga, terutama terkait tiket karena ini perjalanan kami pertama ke luar negeri (padahal sudah gabung dengan Backpacker Dunia sudah sejak 2 tahun  lalu  hihihi).

1. Ticketing Pesawat

a. Pembelian Tiket

Awalnya kami mengejar tiket promo AA KL-SIN yang sangat murah dan ujung-ujungnya kendala di payment karena Nana dan saya tidak punya CC (Credit Card) padahal saat itu sudah hari-hari terakhir promo dan akhirnya kami mengerahkan sgala daya dan upaya  untuk  menghubungi sana sini untuk mendapatkan pinjaman CC sambil memantau harga tiket. Singkat cerita akhirnya dapat pinjaman CC … namun apa yang terjadi? Payment tetap belum berhasil. Kami pun tidak tahu mengapa, akhirnya kami putuskan mencari bantuan via googling untuk pembelian tiket. Finally, dapatlah satu nama travel dan dari testimony-nya recomended smua. Kita pun menghubungi travel tersebut dan jreng jreng …. ada balsan. Transaksi pun dimulai.

Tiket KL –Sin , done dg AA harga promo walopun promonya sudah gak smurah pas awal kami lihat (IDR150K). First flight, jam 06.00 waktu KLCC.

Next, Tiket Jkt – KL (Soetta-KLIA)  done dg Lion harga promo penerbangan termalam  (IDR.450K). Penerbangan jam 20.55.

Next, Tiket Sin – Jkt. Nah ini yang paling susah dicari harga promo secara nyari penerbangan hari Minggu dan penerbangan menjelang terakhir. Kemungkinannya sedikit untuk mendapatkan harga promo sedangkan pencarian H-7. Akhirnya dengan berat hati tiket Sin – Jkt pun dibeli dg harga yang lumayan dua kali lipat harga tiket Jkt – KL. (IDR. 900K). Penerbangan jam 21.45 waktu Changi.

Pembelian tiketpun beres dengan total pengeluaran IDR 1.500K, alhamdulillah. Thank to ranu travel.

b.Check in

Check in kami lakukan dengan 2 cara :

Web check in : untuk penerbangan KL-Sin, dan Sin – Jkt (Alhamdulillah lancar jaya).

Counter Check in : untuk penerbangan Jkt – KL, awalnya kami akan menggunakan web check in namun tidak brhasil akhirnya kami pun menghubungi CS Lion dan berdasarkan informasi dari CS untuk check in penerbangan domestik sementara belum bisa via web so harus langsung ke counter. Padahal kami berharap banyak bisa web check in karena mempertimbangkan perjalanan Lido –Bogor –Soetta Airport lumayan panjang dan macet.

Note : Untuk hasil web check in tikets jangan lupa di print dan simpan baik-baik .

Alhamdulillah urusan tiket beres.

2. Penginapan

Terkait penginapan, kami percayakan lagi ke travel yang mengurus pembelian tiket kami. Untuk hostel kami booking B8 hostel untuk menginap di Singapore. Bagaimana dengan penginapan selama di KL? Kami ada dua alternatif, Plan A : menginap di bandara (jawa : ngemper) dan Plan B : kami menginap di hostel juga namun go show aja jadi booking dan bayar di tempat dan tidak perlu booking dari Jakarta. Walaupun begitu,  kami sudah mencari info sebelumnya, beberapa hostel yang recommended untuk kami menginap selama di KL.

3. Uang Saku

Terkait uang saku, kami benar-benar memperhitungkan karena kami sudah mahal di tiket pulang.  Budget kami untuk total pengeluaran maksimal IDR 3 juta all in. So kami masih punya IDR 1,5 juta untuk makan, transportasi, jalan-jalan di lokasi, oleh-oleh, dll. Bahkan sebisa mungkin bisa kurang dari IDR 1,5 .juta.

Untuk uang saku, kami bagi 2 yaitu IDR 1 juta ditukar ke dalam dollar singapore (SGD) dan IDR 500K ditukar dalam ringgit malaysia (MYR).

Jreng jreng ….. nah disinilah perjuangan untuk menukar uang dimulai. H-2keberangkatan kami mulai mencari info kurs nilai tukar SGD dan MYR di beberapa bank dan money changer di Bogor.  Finally ketemulah kalo mau menukar saat itu termurah di BCA dan untuk penukaran MYR termurah di CIMB niaga. Karena kami tinggal di daerah terpencil (Baca : Lido) yang jauh adari kota dan di sekitar daerah kami belumada CIMB niaga akhirnya kami memutuskan kami akan menukar SGD dan MYR di BCA. Kami pun ke BCA terdekat yaitu daerah Cicurug, dan tahukah anda? Saat saya mengutarakan maksud ke CS untuk menukar uang IDR ke SGD dan MYR, kami diminta menunggu karena BCA yang kami datangi berupa kantor cabang dan persediaan tidak banyak kalopun ada biasanya sorenya langsung disetor ke pusat.

Teller pun memanggil saya dan menginformasikan bahwa mereka tidak ada persediaan SGD dan MYR. Akhirmya kamipun ke bank sebelah, tepatnya BRI ternyata sma karena hanya bank cabang mereka tidak ada persediaan. Sesaat sebelum masuk BCA pak satpam sempat menginformasikan bahwa kami bisa menukar di Toko Emas yang letaknya tidak jauh dariBCA. Namun saran itu kami abaikan dulu, ditengah teriknya matahari sayapun melajukan motor ke beberapa bank di sekitar tempat tersebut (saya sendiri karena teman masih ada urusan di BCA. Mulai dari OCBC, Mandiri, BNI … smua saya datangi dan hasilnya nihil. Finally the last choise ‘Toko Emas’  (lupa namanya, Toko emasnya besar kalo dari arah Lido tempatnay sebelah kanan Jalan). Yuhhhuuuuu …. akhirnya yang dicari dapat juga, Alhamdulillah J. Saya pun menelfon teman yang tadi masih ada urusan di BCA  bahwa posisi saya saat ini di toko emas yang letaknya tidak jauh dari BCA. Dan setelah selesai urusan di BCA, Indri pun merapat ke toko emas yang saya maksud.

Nilai tukar saat itu :

1 SGD : IDR 7.950

1 MYR : IDR 3.150

Akhirnya urusan uang saku pun beres, Alhamdulillah  .

 

HARI-H

Perjalanan Lido – Soetta Airport

Lagi- lagi membutuhkan perjuangan, memang benar jika hidup itu penuh perjuangan. Kami meninggalkan Lido jam 16.00 WIB menggunakan angkutan umum khas Bogor (Bogor : kota seribu angkot).

Lido – Eka Lokasari : menggunakan angkot Cicurug – Sukasari, biaya IDR 4K. Macetnyaaa … target perjalann Lido –Bogor (pool Damri) hanay 1 jam namun ternyata Lido – Ekalokasari 1,5  jam.

Eka lokasari – Pool Damri Bogor : Angkot hijau no.1 (Ciawi – Baranang siang), biaya IDR. 2K). Lagi-lagi macet, waktu yang dibutuhkan 30 menit padahal normalnya cukup 15 menit.

Akhirnya pun sampai di Pool Damri baranangsiang pukul 18.00. Bogor diguyur hujan saat kami sampai di Pool Damri, dan unlucky …. Bus Damri baru saja 5 menit meluncur meninggalkan Pool Damri menuju Soetta. Arghhh …. kamipun menjadi penumpang pertama di bus Damri berikutnya. Hati kami pun mulai gusar, target jam 18.30 usdah meluncur ke Soetta namun bus jug abelum bergerak juga. Akhirnya saat pukul menunjukkan 18.45 bus melaju menuju Soetta. Dan kami pun diuji kesabarannya lagi karena ternyata sang driver melajukan bus melaui Tol dalam kota via Grogol padahal daerah tersebut adalah daerah padat dan macet apalagiberbarengan dengan jam pulang kantor. Harapan kami sebenarnya bus melalui Tol dalam kota via Priok. Nasi sdah menjadi bubur, macet pun tak treelakkan. Jma menunjukkan pukul 20.00, kami pun masih terjebak di tol Semanggi padahal sudah saatnya kami check in pesawat. Kami bertambah gelisah apalagi setelah menelfon CS dari Lion bahwa kemungkinan pesawat tidak ada ketrlambatan alias terbang sesuai jadwal. Kami berdua pun H2CBN (Harap-Harap Cemas Banget-Nget). Sesuai saran dari salah satu ustad yang sering saya simak kajiannya ‘perbanyaklah baca sholawat Nabi’. Akhirnya saya praktekkan, dengan banyak doa, memejamkan mata berharap ada miracle. Jam menunjukkan pukul 20.45 Alhamdulillah kami sudah sampai di area bandara …. namun tetap saja masih macet cet arah ke terminal keberangkatan  2D sebagai terminal tujuan kami.Finally in the last minute 20.50 kami pun sampai di depan terminal 2D Soetta, sesampainya di TKP kamipun langsung bertanya ke petugas untuk tempat check in Lion (sebenarnya info tersebut bisa disdapat dengan membaca petunjuk namun untuk mempersingkat waktu karena waktu kami sangat terbatas akhirnya langsung bertanya ke petugas).

Alhamdulilaah …. finallly kami menemukan yang kami cari dan DONE  check in !!!!!!! Tahukah saudara? Kami adalah penumpang kedua terakhir. Setelah penumpang di belakang kami pesawatpun bersiap-siap take off.

Di pesawatpun kami tak henti-hentinya bersyukur dan bener-bener happy.  Sampai pada akhirnya kami tertidur lelap.

Alhamdulillah, Thank Allah … Engkau berikan miracles-mu. Aamiin.

Let’s go !!!

Perjalanan kami Bogor – Jakarta – KL – Singapore – Jakarta – Bogor. Kurang lebih jika diringkas seperti ini :

Hari ke-

Waktu

Tujuan

N1

2 jam (pake macet)

2,5 jam (pake macet)

1 jam

Perjalanan Lido (Bogor) – Pool Dari BogorPerjalanan Bogor  (Pool Damri) – Soetta AirportSoetta – KLIA (KL International Airport)
H1, N2

1 jam

1 jam

2 – 3 jam (tergantung kebutuhan)

1 jam

15 menit

20 menit

 1 -2 jam

20 menit (nunggu bus lama)

secukupnya

1 jam

KLIAMakan & IstirahatKLIA  – KL CentralKL Central – Genting HighlandMenikmati Genting HighlandGenting Highland – KL CentralKL Central – KLCCKLCC – Bukit BintangMuter-muter di Bukit bintangBukit bintang – KL CentralBersih-bersih L: MandiKL Central – LCCTAirport
H2, N3

1 jam

30 menit

30 menit

LCCT Airport – Changi AirportChangi Airport – Hostel di Jalan besar (deket Mustafa Center)Hostel – China TownMenikmati China TownChinaTown – SentosaMenikmati Sentosa IslandSentosa – HostelBersih-bersih dan Istirahat
H3, N4 Hostel – Orchad RoadMenikmati sekitaran Orchad RoadOrchad Road – Marina BayMenikmati sekitaran Marina BayMarina Bay – MerlionMenikmati Merlion ParkMerlion park – Mustafa CenterMampir Mustafa CenterMustafa Center – HostelHostel – ChangiChangi – SoettaSoetta – BogorBogor – Lido

1. Ngebolang di KL (1D 2N)

Day 1st (Friday)

KUALA LUMPUR INTERNATIONAL AIRPORT (KLIA)

Welcome to KLIA at 01.00 am. Pagi bener? Iya, karena kami dari bandara Soetta menggunakan flight teraakhir. Bingung, Laper, tapi gak ngantuk. kami pun menuju bagian informasi dan menanyakan beberapa hal. Akhirnya kami putuskan mencari foodcourt. Stop, langkah kami berhenti di Burger King, Kami menikmati burger dan minuman soda sambil memikirkan ‘how to get KL Central dan lanjut Genting Highland. *Maksud hati sih pengennya sambil menunggu pagi, tapi kayaknya kelamaan klo nongkrong di tempat ini dan yang ada malah gak bisa tidur.

Akhirnya kami putuskan mencari tempat yang cozy untuk beristirahat sambil nunggu hari terang. Sambil puter-puter, akhirnya menemukan sofa nyaman ‘Movie Lounge’ lengkap dengan tv flat, wifi dan colokan listrik tentunya.  Sambil meluruskan kaki, melemaskan otot, browshing info, diskusi tranportasi menuju Genting Highland, dan tidur tentunya.

Hari pun mulai terang, kami keluar dari area tersebut menggunakan ‘fast train’ jadi semacam kereta cepat penghubung antar bangunan satu dengan bangunan yang lain di KLIA.

Sambil membandingkan harga transport menuju KL Central. KL Express MR30an, taxi harga hampir sama, the last choise ‘bus’ hanya MR 10. Inilah yang kami cari, ‘yang termurah tapi nyaman dan aman. Akhirnya kami turun ke lantai 2 (klo gak salah) ke pool bus ‘Coach’ warna hijau dan putih. Klo di Indonesia bus tersebut ya sebutlah bus’Damri’. Petugasnya pun ramah-ramah, saat kami sampaikan akan turun di KL Central sang petugas menginformasikan bahwa KL Central ada di pemberhentian kedua (pemberhentian pertama : Putra Jaya. Putra Jaya adalah BSD-nya Malaysia. CMIIW).

KL CENTRAL

Perjalanan dari KLIA menuju KL Central memakan waktu 1 jam. Alhamdulillah kami sampai di tempat tujuan ‘KL Central’. Di tempat tersebut kami langsung diarahkan oleh pak sopir menuju loket pembelian tiket bus menuju Genting Highland. Karena memang sebelumnya saya sempat menanyakan beberapa hal. Loket bus ke Genting tempatnya paling menyolok warna merah tua dengan tulisan ‘Go Genting’. Ups …ternyata sistem komputerisasi sedang error, kami diarahkan oleh petugas tiket untuk ke lantai 3 dengan counter  penjualan tiket bus yang sama ‘Go Genting’. Sambil menunggu pemberangkatan bus kami pun sekalian membeli tiket bus KL Central – KLCC, kami membeli bus pemberangkatan pukul 21.30.

Kl Central termasuk tempat yang sangat strategis, komplit fasilitasnya, diantaranya adalah :

– terminal kecil jadi kita bisa naek bus dan beli tiket nya di tempat ini.

– Stasiun  Rapid KL (semacam KRL, sistem pembayaran menggunakan token yang dibeli sebelum naek alat transportasi tersebut.

– Stasiun KL Express (KRL Express)

– Food Court

– Loker tempat penitipan barang, harganya pun sesuai besarnya loker. Saat itu kami menggunakan loker dengan harga MR10, dengan kapasitas 2 backpack besar. Barang titipan diambil maksimal jam 22.00 waktu setempat , jika melebihi jam tersebut mka kena denda. penitipan barang bisa diperpanjang (CMIIW).

– Tempat mandi, dilengkapi dengan handuk, air panas, locker untuk menyimpan sementara bawang bawaan.

– Toilet

– ATM Center

– Toko kelontong

– Book store, dll.

Akhirnya saatnya kami meninggalkan KL Central dan menuju Genting Highlands. Kami hanya membawa barang secukupnya karena bawaan kami sudah kami titipkan di locker penitipan yang saya maksud diatas. Perjalanana KL Central – Genting memakan waktu kurang lebih 1 jam. Perjalanannya semacam perjalanan ke puncak karena memang menuju datran tinggi, udaranya seger namun bedanya jalananannya lebih luas.

GENTING HIGHLANDS

Genting highlands - Mir'atulKami pun sampai di Genting Higland, berikutnya kami membeli tiket skytrain untuk menuju ke Genting high lands yaitu di lantai 2. Lucky us, tempat ini belum terlalu ramai oleh pengunjung jadi kami tak perlu mengantri lama. Kami pun dapat giliran menaiki skytrain. Sky ttain alias kereta gantung, kami pun menikmati perjalnan selama di dalam sky train. Kira-kira 20 menit, kami sampai di tempat tujuan ‘Genting Highlands’.

Ternyata ‘Genting Highlands’ ini satu proyek dengan ‘Sentosa Island’ Singapore dan yang di Philiphina *namanya lupa euy*.

Selama di tempat tersebut kami mengelilingi area mall, art museum, dan menikmati udara segar.  Kami memutuskan tidak terlalu lama di tepat ini karena memang kami masih ada jadwal untuk menapakkan kaki di daerah sekitar Twin tower, Bukit Bintang, dll. Kami menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam di Genting Highland, setelah sempat berfoto-foto untuk mengabadikan bahwa kami pernah ke tempat tersebut maka kami pun meninggalkan tempat tersebut dengan menggunakan sky train menuju Pool bus Go Genting.

Kami pun ke halte bus (disini kami tidak membeli tiket lagi, karen akami sudah membeli tiket PP). Perjalanan Genting – KL Central ditempuh dengan waktu yang sama yaitu 1 jam.

KLCC (menyusuri Twin Tower & Bukit Bintang)

Dari KL Central kami akan melanjutkan perjalanan menuju Twin Tower, icon-nya Malaysia. Setelah survey harga dan tanya-tanya kepada petugas informasi, kami pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan Rapid KL menuju Twin Tower seharga 3.2 MYR. Kami turun di stasiun Suria KLCC. Keluar dari stasiun kami langsung mencari-cari .. dimanakan twin tower? Ternyata disebelah kiri dari pintu keluar stasiun. Kami pun langsung ambil spot untuk mengabadikan kedatangan kami di twin tower. Siang itu sangat ramai. Kami tidak naik sky bridge karena berdasarkan informasi dibutuhkan waktu 1 -2 jam untuk mengantri, sedangkan waktu kami sangat singkat di KL. Kami pin meninggalkan twin tower menuju Bukit bintang , dengan modal bertanya ke petugas security kami pun mendapatkan informasi bahwa untuk menuju Bukit Bintang kami bisa menggunakan bus gratis, namanya ‘Green Bus’. Kami pun langsung merapat ke halte menunggu bus tersebut. Sangat Unik, kenapa? Namanya ‘Green Bus” tapi warna busnya purple hehehe.

Di KL saya merasa orangnya lebih disiplin saat di jalan dibandingkan dengan di Jakarta. Akhirnya 10 menit kami menunggu, busnya pun terbuka.(Saat kami menunggu  di halte bus sudah tersedia namun pintu belum terbuka). Kami pun sambil melihat kanan kiri dan mengobrol dengan orang yang duduk di sebelah kami. Ups ternyata orang yang kami ajak ngobrol ternyata pendatang juga sehingga mereka pun tidak tahu tujuan kami, sudah orang ke-3 yan kami ajak ngobrol. Dan sampai pada akhirnya ada satu yang tahu dengan tujuan kami. Alhamdulillah. Kami pun turun di halte Bukit Bintang Street. Kami menyusuri setiap jalannya. Hmmm haus juga nih, akhirnya kami memmutuskan untuk mampir minimarket, Ratna mengambil minuman teh dan aku mengambil minuman cincau ‘yeos’. Salah satu minuman kesukaanku. Untuk harga tidak jauh berbeda, di Indonesia 5ribu IDR sedangkan di KL 2,2 MYR . Setelah itu kami mampir Paragon Mall, tempatnya dipenuhi hiasan Gong Xi Fa Cai karena memang saat itu H-1 Tahun Baru Cina. Di tempat ini kami hanya sebentar, kami fokus mencari Ptialing Street dengan tyjuan inginn membeli oleh-oleh. Beberapa kali kami bertanya dan muter-muter namun gak ketemu dan sampai pada akhirnya kami memnemukan poenjual oleh-oleh. Yups, it was time to buy ‘ Miniatur Twin Tower’ seharga 20 MYR. I got it. Ingat !!! Tetep otak ekonomi yaa, so nawaaar sebelum membayar hehehe😉.

Lelahnya kaki karena muter-muter akhirnya kami putuskan untuk kembali ke Suria KLCC, kami mencari halte terdekat dan menunggu ‘Green Bus’. Kami lihat di halte bus terpampang jadwal bus dan berapa menit lagi bus tersebut datang. Wow selangkah lebih maju dari Indonesia. Setelah 15 menit waktu berlalu kami bus yang kami tunggu pun datang. Alhamdulillah. Kami sambil me review perjalanan kami tadi dan menikmati kanan kiri.  Perjalanan kira-kira 1 jam, sampai di Suria KLCC  sekitar pukul 18an waktu setempat. Sebenarny akami ingin berfoto di twin Tower dengan nuansa malam juga , akhirnya kami tunggu sampai pukul 19.00 langit masih saja terang. Hmmm kami kan harus melanjutkan perjalanan ke KL Central dan bandara LCCT. So kami pun bergegas menuju stasiun Rapid KL dan menuju KL Central.

Sampai di KL Central kami langsung mengambil barang titipan kami di loker dan menuju ke toilet, wow ternyata ada tempat pemandian umumnya cukup bayar 5 MYR dengan fasilitas air hangat dan handuk serta loker npenitipan bareang. Aseeek yuhhhuuu. Kami punmenikmati bersih bersihnya dan dilanjutkan dengan perjalnaan ke LCCT by bus 8 MYR. Penerbangan kami ke Changi adalah hari berikutnya first flight, sebagai backpackers kami pun memutuskan untuk bermalam di bandara. sambil mengisi perut kami yang kosong, mencari tempat yang PeWe hihihi🙂

LCCT

LCCT tempatnay tak senyaman dengan KLIA, banyak orang ngemper untuk tidr (alias tiduran di lantai). Berbeda banget saat di KLIA, banyak sofa dan kursi-kursi amalsa untuk istirahat. Kami pun menghabiskan malam itu ddengan tidur duduk di troley dan backpack kita digunakan sebagai sandaran.

Tik tok tik tok … alarm berbunyi, itu tandanya jam 05.00 waktu setempat. kami pun bersih-bersih dan menuju tempat check in. Wow tanpa disangka ternyata udah ngantree panjang ajah nih. Yuhhuuuu akhirnya dapet giliran juga. Tapi kami harus mengatur bawaan kami karen aada warning masing-masing bawaan maksimal 7 kg. Kami termasuk orang-orang yang taat peraturan sih, jadi kami bener-bener ngecek berat bawan kami. Alhamdulilah kurang dari 7 kg🙂. Lanjuuutt  :)

And ….. Flying to Changi. See U in Changi Airport🙂

2. Ngebolang di Singapore (2D 2N)

Day 2nd (Saturday)

CHANGI

Welcome to Changi … setelah 1 jam perjalanan via udara, akhirnya kami sampai di terminal 3 Changi. Kami janjian dengan 3 orang teman kami dari Jakarta , mereka jug amenggunakan first flight. Yaa nyampe Changi-nya gak jauh-jauh deh dari kami. Mereka sampai di Terminal 3 juga. Kami pun saling kontak dan mencari informasi unruk mendapatka EZ link sebagai alat bayar trasportasi kami selama di Singapore. Tanpa bertanya, karena papan -papan yang ada di bandara sangat infromatif banget so kami langsung mengikuti petunjuk -petunjuk yang ada. Kami menuju Terminal 2 untuk menuju counter pembelian EZ link Card di lantai dasar (kalo gak salah).

EZ link - mir'atulEZ link seharga 12 SGD dengan deposit yang bisa digunakan adalah 8 SGD. Untuk menunjang transportasi kami selama 2 hari di negeri Merlion itu kami pun menabah deposit 20 SGD. Yuhhhuuu finally Each of us had EZ Link Card. Kenapa memilih EZ Link? EZ link bisa digunakan untuk MRT, Bus dan bisa digunakan selama 5 tahun so sendainya suatu hari kita mau kemlbali ke Singapore tak perlu membeli kartu lagi, cukup tambah deposit asal jangka waktunya masih 5 tahun berjalan.

Kami pun melanjutkan perjalanan kami dengan MRT (Mass Rapid Transportation) … Jreng jreng, it was our first experience using that, hahhaha agak katrok but we was so happy. Yuhhhuuuu, berhasil berhasil🙂.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju stasiun Bugis, yaitu tempat hostel kami karena kami akan check in dan meletakkan barang-barang bawaaan kami. Setelah sekitar 20 menit di MRT kami pun sampai di stasiun tujuan. Dan  langsung mendekati petugas untuk menanyakan alamat yang kami cari, kami memang belom secanggih yang laen memanfaatkan fasilitas GPS hehe. Akhirnya sang petugas pun membantu kami dan ternyata kata sang petugas, tempat yang kami cari walaupun letaknya di Bugis Street namun lebih dekat ke Little India so seharusnya kami turun di stasiun Little India.

Karena sudah kadung turun di stasiun Bugis kami pun berusaha mencari cari tempat tersebut dengan menanyakan ke beberapa orang. Dari stasiun MRT Bugis kami keluar belok kanan dan belok kanan lagi selanjutnya lurus sampai ketemu jalan besar, melewati stadion olahraga ‘Jalan Besar’.  Kami pun masih menyusuri mencari nomor bangunan yan kami cari. Setelah berjalan kurang lebih 3 KM kami pun menemukan bangunan yang kami cari ‘Hostel B88’. Letaknya sangat strategis, persis di depan jalan raya, dekat dengan Berseh Market, dan Mustafa Center. Deket dengan stasiun MRT ‘Farer Park’. Tempatnya pun bersih, nyaman, free break fast. Untuk sarapan banyak pilihan ada buah, sereal, susu, teh, kopi, roti =, dan air putih disediakan sepuasnya. Sebagai backpackers kami pun memanfaatkan hal tersebut, sebelum pergi kami mengisi botol kami dengan air putih karena di singapore air mineral 500 ml seharga 2 SGD (setara dengan 16.000 IDR) kalo di Indonesia hanya 2000 IDR. Lumayan kan so manfaatkan fasilitas yang memang disediakan untuk kita.

Planning kami hari ini ke Chinatown – Sentosa Island. Sebelum meningglkan hostel, kami pun menyakan tentang pembelian tiket pertunjukan song of the sea, petugas hostel pun menawarkan tiket promo. Dengan seneng hati kami menyambutnya, akhirnya kami mendapatkan jam pertunjukan malam yaitu sekitar jam 7 pm waktu setempat (kalo gak salah). Kami pun membayar dengan harga 9 SGD (harga normal :  … SGD ).

Selanjutnya kami meninggalkan hostel menyusuri jalan besar kurang lebih 500 m dan melewati Mustafa Center (tempat yang sangat terkjenal untuk dunia backpacker karena komplit tempatnay dan murah). Dan akhirmya kami sampai di Stasiun MRT Farrer Park dan melanjutkan perjalanan ke China Town. Kira-kira 20 menit kemudian akhirnya kami sampai di stasiun tujuan.

CHINA TOWN

Chinatown -mir'atulKeluar dari pintu stasiun kami belok kiri menyusuri sepanjang jalanan di China Town, begitu ramai dan penuh dengan warna merah dan pernak pernih chinese serta souvenir jhas singapore, saat kami ke Chinatown bertepatan H-1 tahun baru imlekk sehingga tempat tersebut sangat ramai. Kami pun keliling sampe kaki pegel wkwkwk, Kaki ini pun terhenti pada penjual es kelapa muda selain karena haus saya sangat penasaran dengan jenis kelapanya ‘sangat unik’ (mudah-mudahan gambanya segera di aplod). Kelapanya kecil dengan diameter kurang lebih 10cm, muda, tapi dagingnya tebel dan enak, belum pernah makan jenis kelapa ini sebelumnya dan belum pernah menemukan kelapa jenis tersebut di Indo. Setelah itu pun kami berburu oleh-oleh. Disini komplit plit, mulai dari tas, gantungan kunci, tempelan pintu lemsri es, kaos, pensil, mug, hiasan meja, dll.

Kriuk kriuk … ternyata perut pun lapar, kami menyusuri sepanjang jalan berharap ada makanan halal yang sesuai dengan lidah kami. Hmmm hanya ada McD itu pun gak ada nasi, arggghhh. Kami pun bertanya kepada salah satu petugas parkir dan ternyata ada Rumah Makan hala di ujung jalan dekat masjid tapi kami tidak tertarik, kenapa oh kenapa? karena makanan yang di jual adalah makanan India dan kami sudah membayangkan seperti apa rasanya,pasti penuh dengan rasa kaya jamu. So kami pun memilih makan di McD dengan menu kentang goreng,ayam goreng,cola. Kami sangat menikmati di tempat ini karena jalanan juga diguyur hujan, maksud hati sekalian berteduh hehehe.

UNIVERSAL STUDIO & SENTOSA ISLAND

Setelah hujan sedikit reda kami pun melanjutkan perjalanan menuju Sentosa Island menggunakan MRT. *Untuk peta MRT-nya mudah-mudahan bisa segera di upload juga yaa untuk menambah informasi *.

Universal Studio -Mir'atulTujuan kami adalah ke Universal Studio Singapore … bukan untuk masuk ke dalamnya tapi foto di depannya , aiiihhh jujur banget ya hahaha. Karena keterbatasan waktu jadi hanya sesaat saja dan karena cuaca mendung , gerimis kami pun berfoto dengan suasana bergerimis-gerimis ria. Setelah puas berfoto, lanjut dengan mampir ke chocholate corner *Coklatnya namanya apa yaa? lupa euy, ntar kalo inget insyaAllah segera di up date ya :)*

Oiya untuk menuju kesini kami menggunakan Express train, hmmm lagi -lagi lupa namanya. yang jelas armmadanya berwarna warni cerah dan terdirir dari 2 gerbong *klo gak salah inget*. Dan untuk naek ke train tersebut pake ngantri panjang, ya untungnya sudah terbiasa dengan budaya antri jadi ya ngantri  ;). Untuk melanjutkan ke Sentosa Island, kami menggunakan Express train again. Yuhhhuuuuu … akhirnya sampai juga. Seperti biasa, pertama yang kami lakukan adalah ke ruang informasi untuk menanyakan ini itu. Ternyata jadwal petunjukan masih agak lama yaitu 2 jam kedepan, perut kami mulai lapar dankami pun mencari makanan. Banyak pilihan, dari mulai yg halal dan gak halal tapi kami tentunya mencari yang halal. Nasi padang, indonesian food dll tapi harganya gak nguatin ya sudahlah kami pun mampir ke 7 Eleven sapa tahu ada makanan halal yang dapat mengganjal perut dan harganya bersahabat. Alhamdulillah … dapat juga, frozen foods ‘nasi kari”. Sebentar dipanasi di microwife yang disediakan 7 Eleven  dilanjutkan payment dan nyam nyam … seketika makanan tersebut habis bis tak bersisa walaupun rasanya aneh wkwkwwk. Ups , masih ada sisa waktu … jalan-jalan dulu yuks keliling  menggunakan bus khususs, yuks capcuuussss🙂.

Jreng jreng jreng … waktu pertunjukan Song of the Sea pun tiba, kami memasuki area pertunjukan. Hmm kreatip banget memang ini orang-orang singapore. Sebenernya hal baisa namun jadi keren karena perpaduan efek lighting, dancing, theatre, dll. Mantaaapppp. Bisa jadi ide juga tuh utk di kembangkan di Indonesia. Pertunjukan selanma 2 jam akhirnya terlalui, baru teras acape deh hiihihi.

Dan baru menyadari juga bahwa my lovely  red jacket gak ada, hmmm pasti tertinggal di McD China Town. Yups itu tempat terakhir diriku masih pegang jaket. Aiiihhhhhh … jaket kesayangan, jaket penuh kenangan. Bisa dibikin cerita nih ‘Cintaku tertinggal di Singapore ‘ hahaha mengadopsi dari lagunya Dewa ‘Cintaku Tertinggal di Malaysia”. Dngan berat hati, aku ikhlaskan jaket kesayangan dan kami pun meninggalkan Sentosa Island. Kaloke China Town lagi sudah tidak memungkinkan karena terlalu larut malam.

Dengan muka sedih menikmati perjalanan menuju stasiun MRT Farrer Park dan dialnjutkan menyusuri little India dan jalan Besar. Sampailah kita di hostel, mandi, cuci muka, ganti baju, dll … dan langsung blek ‘bobo manis’. Yaa sebelumnya tentunya sudah bikin planning utk perjalanan besok. Zzzzz … Oyasuminasai ! *japanese*

Day 3rd (Sunday)

ORCHARD ROAD

my notes

Pagi yang cerah dan segar, kami merencanakan hari ini ke Orchard Road, Marina Bay, dan Merlion Park tentunya dengan kendaraan favorit MRT. Setelah diskusi dengan penjaga hostel, sebaiknya kami menggunakan bus ” ..” untuk menuju stasiun MRT bugis untuk mempermudah rute kami. So kamipun mengikuti saran dari penjaga hostel.Sampai juga  di stasiun MRT Bugis (stasiun tempat pertama kali kami turun dari changi) kami pun melanjutkan perjalanan dan kami turun di area Orchard Road. Kami pun menyusuri jalan dann mebaca peta dll … hmm ternyata bukan Orchard Road ini yang kami maksud, akhirnya kami pun menemukan shelter MRT ‘Doby Gauth’ dan mebaca Peta yang tersedia di depan shelter. *Cat : enaknya di Singapore, apa-apa serba informatif jadi gak takut kalo mau naek MRT ataupun bus*.

Tut tut tuuuuut … kami pun sampai di shelter tujuan, yaitu Orchard Road. Menyusuri sepanjang jalan danOuch… Lucky Plaza, yups tempat yang terkenal oleh para backpackers. Sepanjang jaklan penuh dengan souvenir …ooohhh tidaaaak !!! Jaga mata dan jaga hati serta jaga dompet wkwkwk. Kami menyempatkan untuk membeli kaos karena memang saat di China Town belom mendapatkan kaos yang cocok dan salah satu penjaga tokonya berjilbab, waaah kesempatan nanya nih ‘diamna tempat makan halal?’. Yesss !!! Blia menjawan “di Lucky Plaza lantai 3, ada RM Ayam Penyet Presiden”. Yuhhhuuu langsung capcus menuju RM , tentunya setelah membayar kaos yaam😉.

Lucky Plaza, we got it. dan menysusuri sepanjang lantai 1, lantai 2, lantai 3 …. ouch RM yang dimaksud tutup dan pindah di blok ….. . kami pun dengan smangat berusaha mencari RM tersebut. Yihhhaaa … again and again, we were lucky. RM Ayam Penyet Presiden, kami pun mendekat ternyata memang benar ada sertifikat HALAL dari MUIS (MUI-nya Singapore). Saya sebut saja restoran ya biar kerenan dikit ye hihihihi. RM makan dengan tempat yang tidak cukup luas namun selalu ramai, bahkan kami ngantri baik ngantri untuk mendapatkan tempat duduk dan mengantri untuk pesan makanan. Kira-kira 30 menit pesanan kami pun datang, yaitu tempe penyet, sate ayam, tumis kangkung, dll. masing-masing sengaj amemesan makanan yang berbeda sehingga bisa saling mencicipi masakan resto tersebut. Yups … maknyus jos ganjos dan top markotop makananannya, recommended banget deh pokoknya untuk segi rasa dan harga pun termasuk standar (gak mahal dan gak murah).

Setelah itu, kami pun meninggalkan resto dan sambil keliling menikmati area Lucky Plaza dan mall sekitar Orchard road, hmmmm memang menggiurkan banyak pernak-pernik unik.  Sepanjang jalan dari Lucky Plaza menuju stasiun MRT terdapat tempat santai yang dikerumuni oleh burung dara yang sangat jinak. Eits tapi harus hati-hati dengan virus flu burung ya so setelah pegang burung dara baiknya cuci tangan bersih.

Karena keterbatasan waktu kami pun segera melanjutkan next destination …. Marina Bay and Merlion Park by MRT🙂.

MARINA BAY

Saat ke Marina Bay dari orchard roadkami menngunakan MRT, lagi-lagi alat transportasi ini memang alat trasnportasi andalan kemi selama di Singapore. Kami menghabiskan waktu di Marina Bay tidak lama, kami memutari Marina Bay, berfoto dan langsung meninggalkan tempat tersebut. Sebenarnya banyak tempat yang bisa dinikmati seperti naik perahu di sungai buatan *hmmm beruntung banget ya Indonesia yang negerinya kepulauan , banyak banget sungai, laut, dan pantai alami  sehingga tidak perlu membuat sungai buatan*. Ada juga Marina Bay Sand, yang doyan shopping juga disini banyak banget barang-barang ber-merk yang dijual di counter-counter eksklusif jadi menambah elegan temoat tersebut.

Disini saya tidak bisa brcerita banyak karen akami langsung melanjutkan perjalanan ke Merlion Park. See u there🙂

MERLION PARK

Untuk menuju tempat ini kami masih memanfaatkan fasilitas transportasi sejuta umat di Singapore yaitu MRT. Setelah kami sampai di stasiun tujuan, kami menyusuri sungai ..sungai apa ya namanya “penulis lupa menanyakan, kalo pembaca ada yang tahu namanya silahkan komen di tulisan ini ya. Makasih”. Sungainya lebar, panjang, dan warna airnya coklat mungkin karena pasca hujan. Merlion park tidak jauh dari stasiun tempat kami berhenti. Sambil menikmati perjalanan menuju Merlion Park, kami pun bertemu dengan penjual es (tempatnya samping jempatan) … esnya terlihat sangat enak. Kami pun menghampiri sang penjual, es tersebut seperti es goyang kalo di Indonesia namun rasanya beranegaragam dan sangaaaat enak.
Guys, yuk sambil menikmati es kita lanjutkan perjalanan kita ” Ratna salah satu teman kami berteriak”. 10 Menit berikutnya kami pun sampai di tujuan kami ” Merlion Park”. YESS !!!! We got it. We were so happy, it is the icon of Singapore. Seneng banget tak terungkap deh hihihi, untuk menambah lengkap perjalanan kami, kami pun mengambil gambar dengan latar patung merlion, gedung esplanade, sand sky park.

merlion park -mir'atul

TO BE CONTINUED ……….

Semoga tulisan diatas bisa menjadi inspirasi pembaca saat akan traveling ke KL dan Singapore. SEMUA BISA TRAVELING KE LUAR NEGERI, DAN SEMUA ITU BERAWAL DARI MIMPI. LET’S DREAM AND BIGGER OUR DREAM NOW !
Link terkait :

Membuat Paspor itu MUDAH dan PRAKTIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s